Kasus-Kasus Masalah Sosial

Posted: 29 Januari 2014 in Kumpulan Makalah SM 6

Disusun Oleh : Ahmad Suheri
PENGEMBANGAN MASAYARAKAT ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH & KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
TAHUN 2013

BAB I
PENDAHULUAN

PENYALAHGUNAAN NARKOBA
DI KALANGAN REMAJA
Maraknya narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. Sebagai makhluk Tuhan yang kian dewasa, seharusnya kita senantiasa berfikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya. Kita harus memerangi kesia-siaan yang di akibatkan oleh narkoba.
Banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi narkoba khususnya para remaja, terdapat banyak alasan. Ada yang mengatakan bahwa adanya dorongan dari diri sendiri untuk mencoba bagaimana dan seperti apa narkoba itu, ada juga yang memakai narkoba dengan alasan untuk menghilangkan rasa stress, dan ada juga orang memakai narkoba karena pengaruh dari lingkungan.
Hal ini membuat saya menjadi tertarik untuk menulis dan menganalis sebab-sebab masyarakat khususnya remaja yang terjerat atau terperangkap oleh narkoba (Narkotika) dalam hal ini, masyarakat tersebut merupakan masyarakat yang bermasalah.

Jakarta, Juni 2013
Ahmad Suheri
BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi Narkoba
Narkoba adalah zat yang dibutuhkan oleh umat manusia terkait dengan kepentingan ilmiah. Sebagai sarana kebutuhan medis yang penggunaannya secara terukur dibawah kendali ahli medis. Baik untuk kepentingan penelitian maupun pertolongan kesehatan. Namun demikian, dalam perkembangannya menjadi barang haram karena telah diedarkan secara gelap dan disalahgunakan untuk kepentingan diluar medis serta berdampak gangguan kesehatan.
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif. Narkoba adalah obat, bahan, zat dan bukan tergolong makanan jika diminum, dihisap, ditelan, atau disuntikan dapat menyebabkan ketergantungan dan berpengaruh terhadap kerja otak, demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan dll).
Penyebab penyalahgunaan inilah yang akhirnya menjadi masalah di dalam masyarakat, karena terlalu banyak di konsumsi dan menjadi ketagihan / kecanduan, hingga akhirnya masayarakat menjadi rusak. Hal ini disebabkan juga dengan perkembangan jaman yang begitu cepat, ditambah tekhnologi semakin canggih yang dapat mempermudah peredaran narkoba. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kemerosotan moral serta semakin modern seseorang, maka ia akan semakin lupa akan Tuhannya.
Namun, pada hakekatnya narkoba mempunyanyi sisi dampak, yakni sisi pisitif dan sisi negative. Jika dilihat dari sisi positifnya, narkoba dapat digunakan untuk keperluan medis. Sebagian jenis narkoba berguna dalam dunia pengobatan, tetapi karena menimbulkan ketergantungan, penggunaannya harus mengikuti petunjuk dokter, contoh : morfin dan petidin yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada penyakit kanker ; obat bius untuk pasien pada waktu operasi ; Ampetamin untuk mengurangi nafsu makan dan masih banyak lagi.
Jika dilihat dari sisi negatifnya, narkoba digunakan untuk bisnis illegal oleh kalangan mafia yang tidak bertanggung jawab. Menghancurkan kehidupan manusia dan menjadi musuh seluruh bangsa beradab di muka bumi ini. Terkait dengan ini maka perlunya membangun karakter bangsa yang kuat akan mampu memiliki daya imunitas yang lebih baik untuk menghadapi peredaran gelap narkoba. Dengan daya tahan yang handal, maka pengaruh narkoba dapat di cegah.

2. Jenis-jenis Narkoba Yang Banyak Beredar Di Masyarakat.
Ada banyak jenis narkoba yang beredar di masyarakat yang banyak di salah gunakan oleh remaja, antara lain:
a. Ganja, di sebut juga dengan mariyuana, grass/rumput, pot, cannabis, joint, hashish, cimeng.
b. Heroin, di sebut juga dengan putaw, putih, PT, bedak, etep.
c. Morfin, yaitu narkoba yang di olah dari candu/opium yang mentah.
d. Kokain, di sebut juga dengan crack, coke, girl, lady.
e. Ekstasi, di sebut juga dengan ineks, kancing.
f. Shabu-shabu, di sebut juga dengan es, ss, ubas, kristal, mecin.
g. Amphetamin, di sebut juga dengan speed.
h. Zat Hirup, Berbagai jenis bahan perekat yang di pasarkan sebagai bahan bangunan juga sering kali di salah gunakan untuk di hirup, antara lain: lem kayu (sejenis aica aibon), cat, thinner.
i. Obat Penenang, di sebut juga pil koplo. berbagai obat penenang dan obat tidur (anti-insomnia) juga sering di pakai oleh pecandu narkoba. Obat-obatan ini masuk daftar psikotropika, tetapi di perjual belikan secara bebas di kios-kios kaki lima.

3. Bahaya/ Dampak Pemakaian Narkoba
Bahaya narkoba sudah menjadi bagian kenakalan remaja pada masa kini. ya, sudah banyak di kalangan anak muda saat ini yang menggunakan narkoba tidak di pungkiri untuk lepas dari obat yang menyebabkan kematian didunia tersebut. Oleh karena itu berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:
 Depresan, Pemakai tidak sadarkan diri atau akan tertidur.
 Halusinogen, Pemakai akan berhalusinasi (melihat yang sebenarnya tidak ada).
 Stimulan, Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
 Adiktif, Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw). Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus. Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.
Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut tentu akan mengganggu stabilitas sosial. Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja, berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.

BAB III
PENYALAHGUNAAN NARKOBA
DALAM MASYARAKAT
Dalam budaya masyarakat yang bersifat konsumeristis dan serba instan, masyarakat cenderung mudah memakai obat atau bahan yang dapat mengubah suasana hati mereka. Narkoba menjadikan suasana hati berubah. Ada banyak alasan yang diajukan mengapa orang memakai narkoba semua alasan itu dapat dikelompokan sebagai berikut :
1. Mencari Pengalaman Yang Menyenangkan, Mereka mencari sensai, mereka ingin rasa nyaman dan gembira, mereka ingin sesuatu yang baru, yang menggairahkan dan menyerempet bahaya. Mereka juga didorong oleh rasa ingin tahu, yang tidak kalah kuatnya adalah dorongan untuk menghilangkan perasaan jenuh dan bosan.
2. Mengatasi Stress. Narkoba memberi perasaan santai sehingga dapat melupakan masalah yang dihadapi. Mereka memakai narkoba agar merasa rileks atau tenang dari situasi yang menegangkan. Narkoba menghindari rasa sedih, tertekan atau arah. Narkoba juga dijadikan cara untuk meredakan rasa takut dan tidak percaya diri.
3. Menanggapi Masalah Sosial. Menggunakan narkoba menjadikan remaja dianggap lebih jantan, dewasa, atau keren. Mereka ingin diterima dan diakui oleh kelompok sebayanya. Mereka ingin meniru apa yang dilakukan idola mereka. Media massa juga sering menggambarkan kebutuhan untuk merasa ”high” sebagai bagian dari gaya hidup dengan merokok, minum alkohol dan memakai narkoba.
Alasan Remaja memakai Narkoba
Mungkin banyak dari kita bertanya tanya, mengapa remaja memakai narkoba dan merokok, padahal hal tersebut jelas-jelas sangat merugikan diri sendiri, inilah faktor yang membuat remaja memakai narkoba.
1. Sekolah. Banyak hal dalam lingkungan sekolah yang membuat seorang remaja terpapar resiko penyalahgunaan narkoba yaitu:
a. Lokasi sekolah yang berdekatan dengan fasilitas publik, seperti terminal bis, stasiun kereta api, pasar, atau daerah yang kurang aman, terutama apabila pihak sekolah kurang memberikan pengawasan.
b. Alumni sekolah yang sering datang dengan membawa pengaruh negatif, seperti mengajarkan geng motor, merokok, seks bebas, atau narkoba.
c. Toilet dan juga kantin sekolah merupakan tempat dimana siswa mencoba coba untuk mengkonsumsi narkoba untuk pertama kalinya.
2. Lingkungan Umum. Dalam lingkungan umum, pihak pengedar yang tampaknya sangat agresif dalam upayanya memasarkan narkoba pada remaja baik di lingkungan sekolah ataupun di tempat-tempat umum.
Inilah metode penawaran narkoba pada remaja :
a. Ditawarkan secara langsung. Jika menolak, akan direndahkan (seperti disebut banci atau tidak gaul ).
b. Narkoba dimasukkan ke dalam minuman atau makanan.
c. Terus menerus ditawarkan. Jika menolak, dikatakan tidak solider (tidak setia kawan).
d. Ditawarkan secara gratis.
e. Diancam dengan kekerasan.

Terdapat pula beberapa alasan yang menjadi penyebab mengapa remaja mulai menggunakan narkoba :
Keingintahuan yang besar tanpa sadar akibatnya :
a. Keinginan untuk mencoba karena penasaran.
b. Keinginan untuk bersenang senang.
c. Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya.
d. Keinginan untuk diterima oleh lingkungannya
e. Lari dari kebosanan atau masalah.
f. Adanya pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali – sekali tidak akan menimbulkan kecanduan.
g. Tidak siap mental / kurang percaya diri untuk menghadapi tekanan pergaulan (peer pressure) sehingga tidak mampu menolak narkoba secara tegas.
h. Mudahnya akses untuk mendapatkan narkoba dengan harga yang murah

BAB IV
ANALISIS MASALAH SOSIAL
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA
Masalah sosial juga dapat berada pada posisi saat usaha mewujudkan masyarakat yang sejahtera sedang berlangsung (on-going process). Dalam hal ini bentuk masalah sosial yang tampil dapat berubah masalah pada level individu tetapi dapat pula pada level masyarakat atau sistem. Yang termasuk jenis pertama adalah masalah sosial yang berkaitan dengan prilaku orang perorang sebagai anggota masyarakat seperti tindakan kriminal, prostitusi, kenakalan serta berbagai bentuk penyalagunaan dan kecanduan obat. Sedangkan jenis yang kedua dapat berupa disintegrasi sosial, masalah kependudukan dan kurang berfungsinya sebagai bentuk aturan sosial.
Jenis masalah sosial tersebut dapat dilihat sebagai satu hambatan usaha mewujudkan masyarakat sejahtera, terutama apabila peningkatan kesejahteraan dipandang sebagai proses pendayagunaan sumber daya dalam rangka pemenuhan kebutuhan guna peningkatan taraf hidup masyarakat. Nilai strategi sumber daya tidak semata-mata terletak pada segi jumlah atau kuantitas, melainkan juga kualitas. Sehubungan dengan ini sebagai bagian sumber daya manusia, warga masyarakat penyandang dan penyalagunaan dan kecanduan obat tidak dapat diharapkan tampil dalam kapasitas yang maksimal.
Perilaku penyalagunaan obat dan kecanduan obat memang merupakan devisiasi pada level individu, walaupun demikian, sumber permasalahannya dapat berasal dari faktor individual maupun dari masyarakat atau sistem. Seperti yang telah dikemukakan oleh Eitzen (1986: 411), ada beberapa variasi perilaku individu yang menyimpang dilihat dari sumber masalahnya, kelima variasi tersebut adalah:
a. Terjadi pelanggaran norma dan nilai sosial oleh individu,
b. Persepsi individu yang didasarkan pada proses sosialisasi
c. Masyarakat yang memberikan label seseorang sebagai devian
d. Peranan dari kekuatan dominan dalam proses kehidupan masyarakat
e. Struktur masyarakat sendiri yang menyebabkan seseorang warganya melakukan deviasi.
Apabila dicermati, maka kelima variasi tersebut sebagian mempunyai nuasa individual sebagai sumber masalah, khususnya yang pertama dan yang kedua, sedangkan variasi yang lain atau yang ketiga sampai yang kelima mempunyai nuasa sosial, khususnya aspek stuktural sebgai sumber masalahnya. Perbedaan tersebut di samping sangat dipengaruhi oleh kondisi dan sifat masalahnya, juga dipengaruhi oleh perspektif yang digunakan dalam memandang masalah sosial tertentu.
Dalam pembahasan lebih lanjut tentang latar belakang masalah penyalahgunaan obat ini, akan lebih banyak melihat persoalan dalam sosialisasi individu, ada tiga hal yang dapat digunakan untuk menjelaskan latar belakang masalah dari faktor sosialisasi ini.
Yang pertama, adalah urbanisme suatu penjelasan yang berangkat dari argument karakterisitik dan kehidupan kota. Asumsi yang mendasarinya adalah kehidupan kota yang cenderung impersonal dan anonim. Berbeda dengan kehidupan masyarakat desa yang lebih bersifat hubungan tatap muka dengan kontrol sosial yang lebih ketat, masyarakat kota diaggap lebih terbebas dari keduanya. Yang kedua, melalui proses transmisi kultural. Penjelasan tentang hal ini dapat menggunakan teori Sutherland tentang proses asosiasi yang diferensial (diferential association). Melalui cara ini dapat dijelaskan mengapa seseorang menjadi jahat, sedangkan orang lain tidak, padahal berasal dari karakteristik sosial yang sama, misalnya masyarakat urban. Yang ketiga, menjelaskan melalui realita perbedaan subkultur. Dalam hal ini penggunaan obat merupakan suatu kebiasaan yang terintegrasi ke dalan subkultur tertentu. Dengan demikian berarti kebiasaan tersebut akan mewarnai pengalaman, gaya hidup dan cara hidup masyarakatnya, walaupun menurut ukuran subkultur lain atau pandangan masyarakat umum dianggap sebagai penyimpangan.

1. Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
Terdapat banyak kasus penyebab tentang penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja, diantara sebab-sebab itu adalah :
a. Kegagalan yang di alami dalam kehidupan
Tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetapi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).
b. Pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat.
Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang anak di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat mempengaruhi anak tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka land scape (lingkungan) yang baik saat ini adalah lingkungan Islam. Sebagai orang tua seharusnya dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik.
c. Kurangnya siraman rohani terkait Agama
Untuk memerangi narkoba, upaya yang perlu di lakukan adalah membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja. Karena, pada zaman sekarang ini sangat sedikit para remaja yang sadar akan pentingnya siraman rohani terkait agama.
d. Keinginan untuk sekedar mencoba
Keyakinan bahwa bila mencoba sekali takkan ketagihan adalah salah satu penyebab penggunaan narkoba, karena sekali memakai narkoba maka mengalami ketagihan dan sulit untuk di hentikan. Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal-hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba.

2. Akibat Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Kesehatan.
Secara keseluruhan obat-obatan ini dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada sistem saraf manusia, juga pada organ-organ tubuh manusia. Narkoba juga akan mengakibatkan kecanduan/ketagihan kepada pemakainya dan apabila pemakaian di hentikan, dapat mengakibatkan kematian. Ciri-ciri kecanduan antara lain: kejang, sakit perut, badan gemetar, muntah-muntah, mata dan hidung berair, hilangnya nafsu makan dan hilangnya/berkurangnya berat badan.
3. Akibat Penggunaan Narkoba Terhadap Lingkungan Di Masyarakat
Penggunaan narkoba dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoia (linglung), juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat.
Untuk mendapatkan barang-barang haram itu, di perlukan tidak sedikit biaya, sehingga dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan.
4. Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba.
Terdapat banyak hal untuk mencegah penggunaan narkoba antara lain adalah:
• Membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat.
• Selektif dalam memilih teman.
• Selektif dalam memilih makanan dan minuman.
• Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat.
• Membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan.
• Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat.
• Mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.
BAB V
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Bahaya Narkoba seringkali mengintai kita, bahkan walaupun kita menghindar darinya, pastinya keluarga atau teman sebaya kita menjadi sasaran empuk untuk terjerat dalam penyalahgunaan Narkoba. Yang saya bingung pada saat ini, mengapa disisi lain banyak sekali orang atau masyarakat yang berteriak atau mengeluarkan suaranya di jalan untuk berdemo mengenai pencegahan narkoba, malah semakin banyak pula narkoba yang beredar.
Kemerosotan moral anak bangsa, serta kurangnya pendidikan mengenai agama seringkali menjadi alasan yang nyata untuk masyarakat (remaja) terjebak untuk menggunakan narkoba. Hal ini menyebabkan semakin terperuknya bangsa Indonesia serta hilangnya agama dalam diri manusia.
2. SARAN
Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, tentunnya dapat membantu memecahkan masalah yang ada atau yang telah lama terjadi ini khususnya pada remaja dalam hal penyalahgunaan Narkoba. Saya sebagai penulis makalah ini, tentunya menginginkan masyarakat atau remaja yang bebas akan narkoba, seperti pamphlet, Banner, atau spanduk yang berjejer terpasang di depan sepanjang jalan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta salah satunya yang bertuliskan “Narkoba Hilang, Bangsa Cemerlang”.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kadarmanta Ahmad, 2010. “Narkoba Pembunuh Karakter Bangsa”. Jakarta : PT. Forum Media Utama
2. Daradjat Zakiah, 1977. “Membina Nilai-nilai Moral Di Indonesia”. Jakarta : Bulan Bintang
3. Soetomo. 1995. “Masalah Sosial dan Pembangunan”. Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya
4. http://bayu96ekonomos.wordpress.com/anda-tertarik/artikel-kesehatan/penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja/
5. http://belajarpsikologi.com/dampak-penyalahgunaan-narkoba/
6. http://falah-kharisma.blogspot.com/2012/12/alasan-remaja-memakai-narkoba.html.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s