Tugas Resume Sosiologi Pembangunan

Posted: 28 Desember 2012 in Kumpulan Makalah SM 5

Tugas Resume

Sosiologi Pembangunan

 

Ahmad Suheri – 1110054000037

Pengembangan Masyarakat Islam V

Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi

Uin Syarif Hidayatullah Jakarta

Konsep yang digunakan sebagai pedoman bertani masyarakat jawa tersebut dinamakan Pranata mangsa,carapenanggalan tradisional. Konsep yang miring dengan pranata mangsa  dapat di jumpai di masyarakat lain di Indonesia, seperti vorhalakan di batak, lontara di Sulawesi selatan, wariga di bali, dan nyali di flores timur (de Rosari, 1994). Walaupun pedoman tersebut bersifat kedaerahan dan belum terbukti secara ilmiah, karena belum di lakukan pengujian kebenaranya, namun konsep tradisional tersebut tetap dianut dan di yakini oleh masyarakat jawa Tengah dan sekitarnya hingga kini.

Pranata mangsa adalah hitungan tahun berdasarkan jalanya mata hari yang bergeser dari equator ke utara dan selatan selama enam bulan. Pergerakan matahari dalam waktu setahun tersebut mempengaruhi keadaan musim di bumi (Indrowuryanto, 1995). pranata mangsa di gunakan petani untuk mengatur waktu tanam di sawah maupun tegalan seperti kapan mulai mencangkul tanah, membajak, menggaru, dan jauh sebelum kedatangan orang hindu dan bertalian erat dengan pertanian pada sawah (Van Aartsen, 1953)

Pranata mangsa sebagai penanggalan jawa berkaitan erat dengan peredaran matahari dan bintang di langit yang bergeser ke utara dan selatan ( Adler et al, 1957 dan Wolfe, 1966 ). Bila matahari bergeser ke utara dan berposisi di sebelah utara equator, berarti mangsa ketiga atau musim kemarau akan terjadi. sebaliknya, bila matahari bergeser ke selatan dan berposisi di sebelah selatan equator berarti akan terjadi  mangsa rending atau musim penghujan. Bila matahari berada di sekitar equator, terjadilah masa peralihan atau pancaroba yang di bagi dalam dua mangsa, yaitu mangsa ketiga  yang di sebut mereng ,dan mangsa rendeng yang di sebut rabub.

Pranata mangsa yang merupakan penanggalan jawa di bagi dalam beberapa jenis, yaitu;

  1. Mangsa kasa

Umurnya 41 hari di mulai pada 22 juni sampai 1 agustus .angin bertiup dari timur menuju ke barat awal musim kemarau.

Candra mangsa           :setya mucraing embanan (dedaunan berguguran, meranggas)

Sifat mangsa               :Udan roso mulya (hujan yang terjadi masa itu dapat memberikan kesegaran dan kesejukan.

Tumbuh tumbuhan                  :daun daun berguguran .tanaman jambu, durian, nangka, rambutan, srikaya, crème, kedongdong, berbunga.

Binatang                      : telur jangkrik, gangsir, dan belalang menetas. ikan di sungai menyembunyikan diri sedangkan, sedangkan kerbau, lembu, kuda, letih, malas kerja.

Pada mangsa ini, petani membakar sisa-sisa batang padi yang ketinggalan sewaktu panen. Setelah itu, tanah sawah dikerjakan kembali untuk di Tanami palawija seperti kacang ,jagung, semangka, blewah, ubi dan padi gadu (bila memungkinkan). pada tanah yang kering biasanya di biarkan bero.

 

  1. Mangsa karo

Umurnya 23 hari dimulai dari 2 agustus sampai 24 agustus, sedangkan angin berasal dari timur.

Candra mangsa                       : bantalan mangsa (tanah retak-retak, berbongkah atau nela [jawa], karena saat itu kurang atau tidak ada berdaun)

Sifat mangsa                           : Gong pecah sajroning simpenan (pohon mulai bersemi dan berdaun).

Tumbuh tumbuhan                  : benih yang di tanam mulai tumbuh. pepohonan seperti jambu, durian, mangga gadung, nangka dan rambutan mulai berbunga. sementara pohon pisang, jeruk, dan sawoh kecil berbuah.

Binatang                                  : telur binatang melata, seperti ular, mulai menetas. Pada masa ini, petani mulai berusaha mencari air, baik lewat sumur, belik, atau sungai untuk mengairi tanaman palawija yang sudah mulai memerlukan air untuk pertumbuhanya.

  1. Mangsa ketelu

Umurnya 24 hari di mulai 25 agustus sampai 17 september,sedangkan angin bertiup dari timur laut. saat itu musim kemarau.

Candra mangsa                       :  Suto manut ing Bapa (anaK menurut kepada Bapak).

Sifat mangsa                           : Resmi, artinya pohon-pohon telah berdaun dan kelihatan berwarna hijau.

Tumbuh-tumbuhan           :  Pohon bambu, gedung, temu, kunyit, uwi, gembili, dan gambol, mulai tumbuh.

Pada masa ini petani melakukan penyiraman tanaman dengan air dari sungai, belik, atau sumur. Di samping itu, petani juga sudah mulai melakukan panen tanaman palawija.

 

  1. Mangsa Kapat

Umurnya 25 hari dimulai 18 September sampai 12 Oktober, sedangkan angin bertiup dari barat. Laut Saat itu musim peralihan, yaitu mangsa Labuh.

Candra mangsa                       : Waspa kumembeng joning kalbu (air mata tergenang dalam batin).

Sifat mangsa                           : Lumanding resmi, artinya pohon kapuk sedang berbuah.

Tumbuh-tumbuahan                :Tanaman tahunan berbunga seperti kepel dan asam, sedangkan tanamam duwet, durian randu, dan nangka berbuah.

Binatang                                  : Burung pipit, mayar mulai membuat sarang untuk bertelur. Binatang berkaki empat milai kawin, ikan mulai keluar dari persembunyiannya.

Pada masa ini, petani menngerjakan tanah untuk persiapan penanaman padi gaga.

  1. Mangsa Kalima

Umurnya 27 hari dimulai 13 Oktober sampai 8 Nopember, sedangkan angin bertiup dari Utara dan sifatnya keras hingga pepohonan sering tumbang.

Candra mangsa                       : Pancuran emas sumawur ing jagad (banyak hujan turun).

Sifat mangsa                                       : Pancuran mancur ing jagad, artinya sering turun hujan, bahkan curah hujan seing lebat.

Tumbuh-tumbuhan                  : Pohon asam berdaun muda  (sinom), gdung, kunyit dan temu berdaun banyak. Pohon yang berbuah, seperti dowet , mangga,  durian, cempedak,  dan crème.

 

Binatang                                  : Binatang melata mulai keluar dari sarang. Lalat berkembang dan bertebaran. Petani memperbaiki pematang (galengan), serta merencanakan pengaturan pembagian air.

  1. Mangsa kenenem

Umurnya 43 hari dimulai 9 Nopember sampai 21 Desember, sedangkan angin bertiup dari Barat dan sifatnya kuat. Saat ini musim penghujan yang kadang-kadang disertai petir hingga sering terjadi tanah longsor.

Candra Mangsa                        : Rasa mulya kesucian (memperoleh rasa kebahagiaan kerena perbuatan baik).

Sifat mangsa                           : Nikmatimg rasa mulya, artinya pohon buah-buahan mulai masak dan petani merasa senang dengan keadaan itu,

Tumbuh-tumbuhan                  : Pohon mangga,  durian,  dan rambutan mulai masak.

Binatang                                  : Dalam parit-parit banyak berkembang lipas atau kumbang air.

Pada saat ini, petani masih mengerjakan sawah untuk ditanami padi. Benih padi yang berupa gabah mulai dibuat di persemaian.

 

  1. Mangsa Kapitu

Umurnya 43 hari dimulai 22 Desember sampai 2 Februari, sedangkan angin bertiup dari Barat. Musim penghujan dan curah hujan deras sekali.

Candra mangsa              :  Wisa kentas ing maruta (bias terbang disapu angin).

 

Sifat mangsa                 :  Guci pecah ing lautan, artinya hujan terus-menerus, sumber-sumber air menjadi besar, dan sungai-sungai pun banjir.

Tumbuh-tumbuhan      :  Pohon-pohon yang masih berbuah adalah durian  kepundung salak, nangka, dan gandaria.

Binatang                      :  Burung-burung sulit mencari makan.

 

Pada saat itu petani memperbaiki pematang yang rusak akibat hujan yang deras.

 

  1. Mangsa Kawolu

Umurnya 27 hari dimulai 3Februari sampai 28 Februari (berlaku untuk tahun Wastu), sedangkan angin bertiup dari arah Barat. Hujan berkurang dan sering terdengar guntur.

 

Candra Mangsa                       :  Anjrah jroning kayon (merana dalam hati, menangis batin,)

Sifat mangsa                           : Cantiko, artinya hujan jarang turun tetapi sering terdengar guntur.

Tumbuh tumbuhan                  : pohon yang berbunga antara lain sawo manila,kepel dan gayam.pohon yang berbuah adalah wuni,kepundung dan advocate

Binatang                                  : tenggoret berkembang biak, kucing kawin(gandik), dan kunang kunang beryebaran di sawah.

Pada masa ini, petani melakukan kegiatan pemeliharaan seperti memantun, mendangir, dan merabuk. tanaman padi mulai tinggi dan ada yang berbunga .sementara di ladang petani panen jagung.

  1. Mangsa kasanga

Umurnya 25 hari di mulai 1 maret sampai 25 maret, sedangkan angin bertiup dari selatan.

Candra mangsa                       : wedaring wacana mulya (tersiarnya berita bahagia).

Sifat mangsa                           : wedaring wecana, artinya binatang tenggoret sedang keluar dari pohon pohon.

Tumbuh tumbuhan                  : pohon yang masih berbunga kawista, durian, dan sawo kecik. pohon yang berbuah advocate, duku, kepundung dan wuni. sementara padi mulai berisi, bahkan sudah ada yang menguning.

Binatang                                  : tenggoret sedang keluar dari pepohonan, gerengpung ngereng, jengkrik ngerik, dan kucing mulai bunting

Pada masa ini, petani mulai mengerjakan tegalnya. di sawah petani mulai membuat orang orangan terikat untuk mengusir burung.

  1. Mangsa kasadasa

Umurnya 24 hari di mulai 26 maret sampai 25 mei,sedangkan angin bertiup dari tenggara dan bersifat keras yang merupakan musim peralihan ,yaitu musim mareng

Candra mangsa                       : Gedong mineb jroning kalbu(pintu gerbang tertutup dalam hati).

Sifat mangsa                           : Genteng mineb ing lautan,artinya padi mulai tua,burung burung berkicau dan membuat sarang.

Tumbuh tumbuhan                  : Pohon advocate, jeruk nipis, duku, dan salak berbuah. Padi di sawah

Binatang                                  : sapi dan kerbau mulai bunting.burung membuat sarang dan mengerami telurnya.

Pada masa ini, petani melakukan panen di tegal, sedangkan di sawah petani sibuk menghalau burung pipit dan gelatik yang mengganggu tanaman padi.

  1. Mangsa dhesta

Umurnya 23 hari di mulai 19 april sampai 11 mei, sedangkan angin bertiup dari arah selatan musim kemarau.

Candra mangsa                       : sotya sinorodewi(permata hati,yaitu penuh kasih sayang. sementara angin yang bertiup dari timur laut udaranya panas di siang hari.

Sifat mangsa                           : pamukas sinorowedi, artinya petani sibuk memotong tanaman padi.

Tumbuh –tumbuhan                :Umbi-umbian dan tanaman padi siap di panen.

Binatang                                  :Burung-burung pemakan biji bijian seperti pipit atau punai, manyar memberikan makan anaknya(jawa;ngloloh).

Pada saat ini, petani sibuk menuai padi di sawah dan melakukan panen umbi-umbian di tegal.

  1. Mangsa sadha

Umurnya 41 hari di mulai 12 mei sampai 21 juni, sedangkan angin bertiup dari timur. saat ini musim kemarau dan benar benar tidak ada hujan (mangsa bediding).

Candra mangsa                       : Tirta sah saking sasana(air hilang dari tempatnya)

Sifat mangsa                           : Rontoging taru lata,artinya dedaunan layu karena terik panas matahari, dan padi selesai di panen. Air mulai berkurang di sumur hingga banyak orang yang mencari air (jawa:ngangsu)

Tumbuh –tumbuhan                : pohon yang berbuah seperti jeruk keprok, nanas, advocate dan kesemek.

Binatang                                  : rajakaya(kerbau, lembu)di kandangkan untuk diistirahatkan. di tepi laut sedang musim ikan nus atau cumi-cumi

Pada saat ini, petani melakukan penjemuran gabah untuk di simpan dalam lumbung .petani membakar jerami di sawah, dan padi selesai di panen ,kemudian melakukan persiapan mengerjakan tanah untuk di Tanami tanaman palawija.

Bedasarkan pembagian pranata mangsa di atas, musim di bagi menjadi dua waktu, yaitu musim kemarau dan penghujan

  1. musim kemarau

musim kemarau terjadi antara mangsa kasa hingga kapat yang di sebut mangsa kering atau ketiga.mangsa detha dan shada di sebut pula masa pancaroba atau mareng,di mana curah hujan mulai berkurang.

  1. musim penghujan

musim penghujan terjadi antara mangsa katipo hingga kasanga yang di sebut mangsa penghujan atau rending. mangsa kalima dan kanenem,di sebut musim pancaroba atau labub, awal musim penghujan.

 

 

 

 

Hubungan pranata mangsa dengan kelestarian lingkungan

bila di cermati dan di tekuni,materi yang terkandung di dalam pranata mangsa tidak saja mengandung makna sebagai pedoman penanggalan untuk menentukan waktu bercocok tanam saja,namun juga pedoman melestarikan lingkungan,khususnya tanah pertanian.penanggalan pranata mangsa mencerminkan pikiran petani jawa yang terlukiskan dalam berbagai lambing yang serupa dengan watak mangsa.di dalam bahasa kosmologis, hal itu mencerminkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan antara manusia, kosmos, dan realitas (Djald-juni, 1983) di dalam bertani yang berpedoman pada penanggalan pemusiman, pranata mangsa memuat kebijakan dan kearifan untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam agar kelestarianya terjaga terjaga dengan baik. Hal ini Nampak jelas pada mangsa ketiga atau musim kemarau, yang saat itu berlaku mansa kedua belas, atau yang di sebut mangsa mareng. Pada penanggalan jawa, petani di arahkan agar menanam tanaman pada palawija seperti kacang tanah, tunggak, kedelai, dan panjang setelah panen padi. Penanggalan tersebut sebenarnya, secara tidak langsung, sudah di canangkan perlunya pergiliran tanaman dalam waktu satu tahun. Maksud perubahan jenis tanaman yang di tanam setelah panen agar unsur – unsur hara yang terdapat di dalam tanah tidak di serap oleh jenis tanaman tertentu. Pergilliran tanaman itu merupakan cara yang paling epekfit untuk melakukan konservasi tanah, yaitu mempertahankan sifat” fisik kesuburan tanah (Arsyad, 1989).  Pergiliran tanaman dapat pula memutus siklus kehidupan hama yang menyerang tanaman.

Cara mengingat penanggalan Pranata mangsa

Umur Pranata mangsa dalam setiap mangsa dapat di ingat dengan mengap[al tembang gambuh. Perhatikan cuplikan satu bait tembang gambuh  dari serat centdini berikut ini :

Sang wiku ngandika rum

wewetake mangsa kango wayu

awit kasa temeka sadha – nireksi

dhewe – dhewe wayakipun

piar sakna sun cario

Kini, untuk mengingat umur masing – masing mangsa  pada pranata mangsa , cukup dengan mengingat enam angka, yaitu 41, 23, 34, 25, 27, dan 43. Umur mangsa kasa yang 41 hari sama dengan mangsa destha, mangsa karo sama dengan mangsa sadha (23 hari), dan seterusnya. Menurut soewarso (1982), cara untuk mengetahui hubungan antara mangsa dan bulan pada tahun masehi di sajikan matematis,yakni :

Y       =         f(x)  =   x+6;untuk x  =1,2,3,4,5,6

x-6;untuk x      =7,8,9,10,11,12

Y         =mangsa atua bulan yang di cari

X         =mangsa atau bulan

Misalnya:

Jika saat ini tanggal 10 juni,berarti termasuk mangsa kaduabelas atau mangsa ketiga,mangsa kalima berarti bulan November,dan seterusnya

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s