Program Trans TV “Islam Itu Indah”

Posted: 28 Desember 2012 in Kumpulan Makalah SM 5
  1. A.    Deskripsi Program

 

Dakwah tak harus disampaikan secara serius. Yang penting pesan yang ingin disampaikan mengena, dan menjadi pencerah bagi mereka yang mendengarkan. Konsep itulah yang kini diterapkan sejumlah ustad gaul, khususnya mereka yang tampil dalam acara siraman rohani di televisi.

Hampir semua penonton atau pemirsa yang sering melihat program /acara di stasiun Televisi Swasta (Trans TV) tentu tak asing lagi dengan sapaan “Jama’ah oh Jamaah” yang kemudian dijawab dengan “iye” oleh para jamaah yang hadir mendengarkan tausiah sang ustad. Sapaan akrab, kocak, dan unik itu terlontar dari Muhammad Nur Maulana, ustad bertubuh mungil berwajah jenaka namun sarat ilmu agama, dalam acara Islam Itu Indah yang awalnya ditayangkan setiap Sabtu, pukul 06.00-06.30.

Sapaan  khas itu kini menjadi sangat terkenal dan banyak ditirukan oleh pemirsa di berbagai kesempatan. Seiring dengan itu, sang ustad pun makin naik daun dan acara siraman rohani yang dibawakannya makin banyak penggemar, hingga frekuensi penayangannya ditambah.

Meski cara membawakan ceramahnya jenaka, namun tak mengurangi isi ceramahnya, yakni mudah dipahami dan terkadang pula memunculkan pengetahuan baru yang sama sekali belum pernah diungkapkan dai lainnya. Meskipun sepanjang 30 menit pemirsa dan peserta tausiah dibuat tertawa oleh banyolan-banyolannya, namun pada akhir acara tersebut Ustad Maulana mampu membuat para jamaah menitikkan air mata. Dengan gaya khasnya, sang ustad memberikan muhasabah yang begitu menggugah sanubari, tak heran audiens sampai menangis sesenggukan karena menyadari kebesaran Allah SWT.

 

  1. B.     Efek Kognitif

Dalam program Trans TV acara Islam itu Indah, Pro dan Kontra Kendati memiliki banyak penggemar, namun tak sedikit yang melontarkan kritik pedas terhadap gaya berceramah Nur Maulana. Mereka yang tak suka gaya sang ustad menyebutnya “lebay” atau berlebihan dalam melontarkan guyonan. Kendati banyak yang mengkritik, namun yang menyukai gaya Maulana jauh lebih banyak. Dia dianggap telah memberi warna baru dalan dunia dakwah.

Meski ringan dan diselingi humor, materi dakwah M. Nur Maulana sangat berbobot. Bahkan, banyak yang memuji pengetahuan agamanya. Bisa dibilang, justru gaya jenaka Ustad Maulana itulah yang telah memikat petinggi Trans TV untuk mengajaknya tampil di stasiun televisi berlambang berlian itu.

Dalam menyapa jamaahnya, Maulana tak hanya membekali diri dengan ilmu yang ia timba dari pesantren. Ia juga banyak belajar tentang Islam melalui buku-buku, media massa, dan beragam literatur lainnya. Sedangkan humor-humor yang dia selipkan di sela-sela dakwahnya, diperolehnya dengan membaca koran, majalah, dan melihat tayangan televisi.

 

  1. C.    Afektif (Manfaat Program)

Bagi saya, dakwah yang diselingi humor itu hanya metode dakwah saja. Sebab, tujuannya adalah bagaimana jamaah mendapatkan pengetahuan Islam, tapi mereka juga tidak bosan mendengarkannya. Adapun makna dari jawaban  kata ’’iye’’ yang diucapkan para jamaah, setiap kali Ustad Maulana menyapa?
Ternyata “iye” adalah bahasa Makassar untuk “iya”.  Dalam khazanah budaya Makassar, kata “iye” ini adalah kata jawaban yang sangat sopan dan santun. Rupanya secara tidak langsung, ustad gaul dan kocak ini telah pula memperkenalkan budaya Makassar kepada masyarakat Indonesia lainnya. Orang di luar Sulawesi Selatan yang datang ke Makassar dengan begitu akan mengetahui, ternyata kata “iye” ini adalah kata kunci untuk mendapatkan penerimaan yang baik secara sosial dalam masyarakat Makassar.
Kata “iye” ini sudah mencakup semua kebaikan pergaulan. Kata ini dianggap sopan, baik, santun, dan tentu saja terpuji. Lawan dari kata “iye” adalah “iyo”, yang juga berarti “iya” dalam Bahasa Indonesia, tapi pengucapan kata ini dianggap sangat kasar dan tidak terpuji.

 

  1. D.    Efek atau Dampak Program

Jika kita lihat dari program tersebut, efek yang akan timbul sangatlah relative, tergantung dari pemirsa yang mentafsirkannya. Jika Pemirsa itu melihat acara tersbut dengan pengetahuan, maka efek yang timbul akan menjadi positif, begitupun pemirsa  sebaliknya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s