Sosiologi Perkotaan_Urbanisasi, suburnisasi dan Kontestasi “Masyarakat Urbanisasi dikomplek Perumahan ”

Posted: 2 April 2012 in Kumpulan Makalah SM 3

Urbanisasi, suburnisasi dan Kontestasi

“Masyarakat Urbanisasi dikomplek Perumahan ”

Oleh : Ahmad Suheri_1110054000037

  1. A.    Pendahuluan

Banyaknya masyarakat yang pindah atau hijrah dari desa kekota merupakan hal yang sudah biasa kita lihat, karena kemuningkan pindahnya masyarakat tersebut disebabkan oleh tuntutan pekerjaan atau lowongan pekerjaan didesa begitu sulit untuk didapat.

Setiap tahunnya masyarakat yang ada dikota mengalami peningkatan yang begitu signifikan, tidak heran jika hal itu terjadi, fenomena seperti ini bukan hanya disebabkan oleh peluang pekerjaan yang begitu menggiurkan, namun ada juga factor lain yang dapat menyedot perhatian masyarakat desa yang pindah ke kota seperti kebiasaan orang kota, yaitu syle, dan gaya hidup yang begitu modern.

Maka, factor-faktor inilah yang menjadi sebab banyaknya masyarakat desa yang pindah kekota. Mulai dari masyarakat yang pendidikannya rendah, sampai dengan masyarakat yang pendidikannya tinggi.

  1. B.     Metodologi

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Objek atau subjek study;
    1. Objek (Rumah sebagai study penelitian), yaitu diperumahan Matoa Residencedan sekitarnya, perumahan ini merupakan perumahan yang tergolong baru, dimana perumahan ini merupakan rumah type minimalis.
    2. Subjek (Masyarakat sebagai study penelitian), disini masyarakat/penghuni rumah tersebut ialah masyarakat yang pindah dari desa kota (Urbanisme).
    3. Waktu dan Tempat Study

Adapun waktu dan tempat study yang saya lakukan adalah hari selasa tanggal 12 Oktober 2011 yang bertempat di perumahan Matoa Residence dan masyarakat sekitar yaitu di Jl. Timbul Raya. Jagakarsa jakarta selatan.

  1. Penggalian Data

Data yang saya dapat ini merupakan hasil dari pengamatan, pengambilan gambar (untuk Sampel) dan wawancara  dengan masyarakat perumahan setempat dan sekitarnya. Adapun wawancara ini dilakukan secara terbuka.

  1. C.    Pembahasan

Masyarakat yang saya observasi ini merupakan masyrakat yang bukan masyarakat asli kota Jakarta, kebanyakan masyarakat yang pindah dari desa ke kota atau yang biasa disebut dengan masyarakat urbanisasi, adapun masyarakat tersebut  berasal dari daerah jawa dan sumatera.

Ketika saya wawancara dengan warga sekitar (penghuni Matoa Residence),mengapa mereka pindah dari desa kekota? menurut alasan mereka pindah dari desa ke kota  adalah karena tuntutan pekerjan, selain karena  tempat tinggal mereka dekat dengan tempat pekerjaannya, juga hidup dijakarta itu sangatlah menjanjikan.

Dengan kata lain, bahwasanya hidup dijakarta itu lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yaitu  bagi yang mempunyai skill atau kemampuan dan mempunyai pendidikan yang tinggi

Tetapi ketika saya wawancara dengan warga sekitar (bukan penghuni matoa residence) namun masyarakat urbanisasi juga yang bekerja sebagai “sopir angkut (mikrrolet) menurutnya hidup dijakarta itu sangatlah keras, jauh dari  rasa kekeluargaan, dan kurangnya rasa solidaritas. memang benar karena ketika saya lihat pekerjaanya, selain menjadi sopir itu melelahkan karena panas, juga seringnya berebut penumpang antara sopir angkot  yang satu dengan sopir angkot lainnya.

Hal seperti ini sering terjadi antara sopir angkot pendatang (urbanisasi) dengan sopir angkut yang tinggal disekitar (Suburnisasi). Maka tidak semua penafsiran yang hidup dikota itu dapat hidup dengan serba mewah atau hidupnya menjanjikan. Karena tidak semua orang yang hijrah dari desa kekota itu bisa hidup dengan serba kemewahan.

Hidup dikota yang serba modern ini cenderung banyak menarik perhatian masyarakat desa yang ingin pindah ke kota, mulai dari pakaian yang modern, alat-alat elektronik yang canggih, dan hidup yang serba modern lainnya.

  1. D.    Kesimpulan

Kota Jakarta merupakan kota pusat pemerintahan, perindustrian dan kota pusat untuk orang yang pindah dari desa kekota atau melakukan urbanisasi. Banyaknya masyarakat yang pindah dari desa ke kota merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan atau menjadi budaya. Hal ini disebabkan karena banyaknya factor yang menyebabkan bahwa masyarakat itu harus pindah dari desa kekota, mulai dari karena tuntutan pekerjaan, gaya hidup dan sebagainya.

Namun kebanyakan orang yang pindah dari desa ke kota itu disebabkan karena pola fikir mereka yang salah, yaitu mereka berfikiran bahwa agar hidupnya menjadi lebih baik dan mendapatkan pekerjaan yang enak. Padahal jika orang tersebut tidak mempunyai skill atau pendidikan yang  tinggi tidak mungkin mereka akan mendapatkan pekerjaan yang baik “Enak”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s