Sosiologi Perkotaan_Teori Sosiologi untuk Memahami Masalah Perkotaan

Posted: 2 April 2012 in Kumpulan Makalah SM 3

Teori Sosiologi untuk Memahami

Masalah Perkotaan

Oleh: Ahmad Suheri (1110054000037)

  1. I.                   Pendahuluan

Masyarakat perkotaan sering disebut juga dengan Urban Community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda-beda dengan masyarakat pedesaan.

Perhatian khusus pada masyarakat yang ada diperkotaan tidak  terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan dan perumahan, tetapi mempunyai perhatian yang lebih luas lagi. Orang-orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup, artinya tidak hanya sekadarnya atau apa adanya. Hal ini disebakan oleh karena pandangan warga kota sekitarnya. Jika menghidangkan makanan misalnya, yang diutamakan adalah bahwa makanan yang dihidangkan tersebut memberikan kesan bahwa yang menghidangkan makanannya mempunyai kedudukan social yang tinggi. Contoh kecil pada masyarakat  perkotaan Bila ada tamu misalnnya, diusahakan menghidangkan makanan-makanan yang ada dalam kaleng. Sedangkan jika kita lihat pada masyarakat pedesaan ada kesan, bahwa mereka memasak makanan itu sendiri tanpa memikirkan atau mempedulikan  bahwa tamunya suka atau tidak dengan makanan tersebut. Pada orang kota atau masyarakat perkotaan, makanan yang dihidangkan harus terlihat mewah dan tempat penghidangannyapun  juga harus mewah dan terhormat.

 

  1. II.                Metodologi

Beberapa metode dalam sosilogi yang pernah digunakan oleh para ahli sosilogi adalah sebagai berikut:

  1. Metode Deskriptif

Yaitu metode yang sering disebut sebagai metode  yang menekankan pada kajian masa kini. Secara singkat metode deskriptif ini adalah suatu metode yang berupaya untuk mengungkap pengejaran atau pelacakan pengetahuan. Metode tersebut  dirancang untuk menemukan apa yang sedang terjadi, tentang siapa, dimana dan kapan peristiwa tersbut berlangsung. Dengan demikian, metode tersbut termasuk dalam metode survey dengan jumlah sampel yang begitu banyak untuk mengungkap dan mengukur sikap social maupun politik.

  1. Metode Eksplanatori

Metode ini merupaka bagian dari metode empiris, Popenoe (1983:28) mengemukakan jika saja dalam study deskriptif lebih banyak bertanya tentang apa, siapa, kapan , dan dimana maka dalam study eksplanatori llebih banyak menjawab mengapa dan bagaimana. Oleh karena itu, metode ini bersifat menjelaskan atas jawaban dari pertantanyaan “mengapa” dan “bagaimana”.

 

  1. Metode Kistoris Komparatif

Metode ini menekankan pada analisis atas peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum, yang kemudian digabungkan  yang kemudian digabungkan dengan metode komparatif, dengan menitik beratkan pada perbandingan antara berbagai masyarakat beserta bidangnya untuk memperoleh persamaan dan perbedaan, serta sebab-sebanya.

 

  1. Metode Fungsionalisme

Metode ini bertujuan untuk meneliti fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan dan sturktur social dalama masyarakat.

 

  1. Metoode Study Kasus

Metode study kasus merupakan suatu penyeledikan mendalam dari sustu individu, kelompok atau institusi untuk menetukan variable itu, dan hubungannya diantara variable mempengaruhi status atau perilaku yang saat itu menjadi perilaku pokok kajian (Fraenkel and Wallen. 1998: 548)

 

  1. Metode Survei

Penelitian survey adalah salah satu bentuk dasri penelitian yang umum dalam ilmu-ilmu social.

  1. III.             Pembahasan

Masyarakat Perkotaan Aspek-aspek Positif dan Negatif

Mengenai arti  masyarakat, disini terdapat beberapa definisi dari berbagai  para ahli  sosilogi, seperti:

  1. R. Linton, seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup/tinggal  dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berfikir tentang dirinya dalam satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.
  2. M.J. Herkovits, mengetakan bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
  3. J.L. Gillin dan J.P. Gillin, mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.

Perbedaan antara Masyarakat perkotaan dan pedesaan

  1. Masyarakat Perkotaan, terdapat bebepa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu:

 

ü  kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di pedesaan. Kegiatan-kegiatan keagamaan hanya tampak ditempat-tempat peribadatan, seperti di Mesjid, gereja, dan sebagainya. Sedangkan diluar itu, kehidupan masyarakat berada dalam lingkungan ekonomi, perdagangan. Cara kehidupan yang demikian mempunyai kecenderungan kearah keduniawian, bila dibandingkan dengan warga masyarakat desa yang cenderung kearah keagamaan.

 

ü  Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang terpenting disini adalah manusia perorangan atau individu. Dikota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaab kepentingan, paham politik, perbedaab agama dan lain sebagainya.

 

ü  Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut pada masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.

 

ü  Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya factor waktu bagi warga kota. Sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.

 

  1. Perbedaan anatara Masyarakat desa dan kota

Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota. Yakni sebagai berikut:

 

ü  Jumlah dan kepadatan penduduk

ü  Lingkungan hidup

ü  Mata pencaharian

ü  Corak kehidupan social

ü  Stratifikasi kehidupan social

ü  Mobilitas Sosial

ü  Pola interaksi Sosial

ü  Solidaritas social

  1. IV.             Kesimpulan

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup dan tinggal pada suatu tempat yang berkelompok yang berorganisasi dan mempunyai kebiasaan-kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan yang sama dalam persatuan.

Masyarakat kota adalah masyarakat yang rasa solidaritasnya kurang atau hidupnya hanya mementingkan dirinya sendiri (individual), dan masyarakat kota ini kehidupan keagamaannya kurang dibandingkan dengan masyarakat desa. Sedangkan masyarakat desa adalah masyarakat yang rasa persaudaraannya sangat kuat, karena seringnya berinteraksi dan berkumpul antara satu dengan yang lainnya.

Teori Sosiologi Untuk Memahami Masalah Perkotaan

“Identifikasi Kota”

Oleh; Ahmad Suheri : 1110054000037

 

  1. I.                   Pendahuluan

Kota masih menjadi daya tarik warga desa, karenanya perkotaan menjadi sumpek, orang desa berebut kekota. Perpindahan penduduk dari desa kekota bukan saja merujuk pada perubahan tempat dari desa ke kota, tetapi juga merujuk pembentukan kota.

Perkotaan bukan semata-mata karena tumbuh kembangnya industry dan pemerintahan, tetapi juga perpindahan penduduk dari desa ke kota. Sebab itu, konsep urbanisasi bukan semata-mata perpindahan masyarakat dari desa kekota, tetapi urbanisasi dalam konsep yang lebih luas.

Urbanisasi secara sosiologis menurut J. Clyde Mitchell (Breesse, G 1966) meliputi beberapa definisi, diantaranya sebagai berikut, yaitu:

  1. Proses menuju gaya hidup kota, yaitu perubahan dari tipe masyarakat desa menuju masyarakat kota.
  2. Perpindahan ke kota, berpindahnya (migrasi) masyarakat dari desa kekota dengan berbagai alasannya.
  3. Peralihan pekerjaan dari pertanian ke jenis pekerjaan perkotaan bersifat tertentu dan terancana.

 

  1. II.                Pembahasan
    1. Definisi Kota

Menurut Prof. Drs. R. Bintarto Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik.

Sedangkan Kota menurut Wirth adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwasanya kota adalah suatu tempat atau wilayah yang ditempati atau dihuni oleh sekumpulan orang-orang/masyarakat yang bebeda-beda (Heterogen) baik dari sisi adat istiadat, ekonomi/materi, agama dan lain sebagainya.

 

  1. Ekologi Urban

Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa kekota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Sarjana lain mengartikan urbanisasi sebagai suatu proses, membawa bagian yang semakin besar dari penduduk suatu Negara untuk berdiam dipusat-pusat perkotaan. Penjabatan ini mengandung makna, bahwa gejala pertumbuhan kota tidak selalu berarti terjadinya urbanisasi. Kalau pertambahan penduduk didesa-desa menurut perbandingan sejalan dengan petumbuhan penduduk dikota, maka tidak dapat dikatakan telah terjadi urbanisasi. Dengan demikian urbanisasi adalah suatuproses dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Terjadinya arus perpindahan penduduk dari desa kekota,
  2. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agrarian disektor perusahaan (sekunder) dan sector tertier (jasa);
  3. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota;
  4. Meluasnya pengaruh kota didaerah pedesaan mengenai segi ekonomi, social, kebudayanan dan psikologi.

 

 

  1. Sebab-sebab Urbanisasi

Pada dasarnya terdapat tiga hal utama yanga menyebabkan timbulnya urbanisasi, yaitu sebagai berikut:

a). Adanya pertambahan penduduk secara alamiah,

b). terjadinya arus perpindahan dari desa kekota,

tertariknya pemukiman pedesaan kedalam lingkup kota, sebagai akibat perkembangan kota yang sangat pesat diberbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja.

Sebab-sebab yang umum tersebut diatas, diuraikan lebih lanjut terdiri dari adanya factor pendorong dan penarik. Factor-faktor pendorong  (push factors) adalah factor-faktor yang ada pada masyarakat pedesaan sendiri mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah tempat kediamannya. Sedangkan factor-faktor penarik (pull factors) adalah factor-faktor yang ada diperkotaan dan mampu menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap diperkotaan.

  1. III.             Kesimpulan

Kota adalah suatu himpunan penduduk masalah yang tidak gratis, yang bertempat tinggal didalam dan disekitar suatu kegiatan ekonomi, pemerintahan, kesenian, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Adapun sifat-sifat dari masyarakat yang tinggal atau yang mendiami kota yaitu; pertama, jumlah penduduk besar dan padat, kedua, penduduk terbanyak dan padat pada pusat kota, ketiga, tambahan cacah jiwa cepat, terutama disebabkan oleh migrasi dari luar, keempat, penduduk beraneka macam baik usul-usul, agama,pendidikan, norma social, suku bangsa  dan sebagainya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s