Psikologi Sosial_“Media Massa menjadi Sumber Perubahan tingkah laku Manusia”

Posted: 2 April 2012 in Uncategorized

“Media Massa menjadi Sumber Perubahan tingkah laku Manusia”

Studi kasus : Berbagai Tayangan Televisi atau Internet yang kurang mendidik

Oleh : Ahmad Suheri_1110054000037

  1. Latar Belakang

Diera globalisasi sekarang ini, terdapat banyak sekali media massa yang begitu menarik untuk disaksikan (digunakan). Mulai dari Televisi (TV), Radio, Majalah atau surat kabar, bahkan yang sekarang ramai setiap hari dikunjungi oleh banyak orang, baik anak-anak, dewasa hingga orang tua yaitu Internet.

Dalam pengertiannya, media masa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak ramai (masyarakat) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, Radio, Televisi (TV) dan sebagainya.[i]

Media masa adalah factor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi (Belajar Rasional). Dan fungsi dari media masa adalah media masa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi.[ii]

Dalam hal ini, banyak sekali orang-orang yang berubah dalam kehidupannya entah itu pola pikir, perilaku yang disebabkan oleh banyaknya tayangan-tayangan yang disiarkan oleh berbagai media masa. Contoh kecil orang yang tadinya berperilaku biasa-biasa saja (baik) ketika ia melihat tayangan Televisi yang kurang mendidik maka ia pun akan mengikuti hal-hal yang telah ia lihat di televisi tersebut khusunya anak kecil.

Pada tugas mata kuliah Psikologi Sosial ini, saya akan menganalis masalah perilaku psikis manusia yang disebabkan oleh berbagai media massa baik tayangan atau tontonan, tulisan atau gambar yang disajikan oleh media tersebut, yakni:

  1. Apa dampak dari tayangan atau tontonan yang disajikan oleh Media Massa terhadap perilaku individu?
  2. Bagaimana dampak perilaku individu tersebut terhadap lingkungannya?

 

 

Media Massa yang kurang mendidik

Setiap harinya, kita tidak pernah terlepas akan hal yang berhubungan dengan alat atau media masa, baik dirumah, dikampus, tempat kerja bahkan dijalan rayapun banyak media massa yang di tontonkan atau disediakan. Bayaknya media masa yang disajikan ada yang sifatnya positif dan adapula yang negative, namun menurut pandangan kacamata saya tayangan yang disiarkan oleh media massa khususnya Televisi dan Internet ini kebanyakan bersifat negative.

Padahal ketika seseorang yang sering melakukan atau melihat tayangan yang bersifat negative secara continue, maka iapun akan mengikuti prilaku tersebut dalam artian sesuatu yang ia lihat secara terus menerus akan mengkarakter dalam dirinya. Walaupun menurut asumsi yang saya berikan ini belum tentu teruji kebenarannya oleh banyak peneliti.

Contoh kasus, seperti yang kita  lihat sekarang ini banyak pelajar atau orang-orang yang berperilaku aneh, dengan gaya yang macam-macam sedemikian unik. Missal; ketika ia di hadapan kamera digital atau kamera handfonenya gaya yang ia berikan tak lain adalah gaya “Alay” gaya alay yang dimaksud seperti dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kenapa hal tersebut dapat terjadi…? Hal tersebut dapat saja terjadi jika lingkungan atau perilaku individu tersebut banyak menemukan hal-hal yang telah ia lihat, sehingga perilaku yang ia lihat akan menjadi kebiasaanya.

Banyaknya media massa yang kurang dalam memberikan kontribusi khususnya untuk pendidikan, banyak remaja-remaja kita yang akhirnya terjebak dalam media. Selain gaya seperti diatas yang telah sebutkan, banyak pelajar-pelajar kita atau individu kebanyakan tak lepas dari media yang berbau dengan pornorafi.

Apa lagi di zaman sekarang ini, banyak sekali gadget yang menurut saya sangat canggih, kini banyak di miliki oleh hampir semua orang, termasuk para pelajar, mulai Pelajar SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Kemarin  saja saya sempat tercengang atas kabar yang dilontarkan oleh salah satu dosen Fakultas Dakwah bahwasanya telah ditemukan seorang laki-laki & perempuan yang sedang asyik berdua (Mojok) di lantai 7, yang anehnya tempat yang ia gunakan untuk mojok itu ialah tempat ibadah (Mushola), apakah mahasiswa tersebut sudah tidak mempunyai akal pikiran yang waras…??? Mungkin hal ini terjadi karena banyaknya mahasiwa yang sering melihat hal-hal yang berbau pornografi di gadgetnya.

Tak lupa pula yang perlu kita prihatinkan adalah banyak sekali anak-anak SD yang sudah mengenal yang namanya pornografi karna ia dapat mengakses hal-hal yang berbau pornografi. Hal ini sangat disayangkan jika calon penerus bangsanya sudah seperti itu.

Saran :

  1. Untuk mencegah serta mengurangi dampak dari keburukan Media massa yang telah saya jelaskan diatas, hendaknya pemerintah memblokir semua situs yang berbau pornografi, kemudian melarang tayangan-tayangan ditelevisi yang kurang mendidik bagi para pelajar, selain itu peran orang tua juga sangat penting untuk melihat aktifitas anak-anaknya di rumah.
  2. Sekolah seharusnya memperbanyak ilmu Agama atau bidang studi  budi pekerti bagi para pelajarnya agar mereka tahu baik buruk yang ia lakukan.
  3. Para pelajar seharusnya menyibukkan diri dengan cara ikut ekstrakuriukuler atau kegiatan yang sifatnya positif.

Dengan seperti itu, semoga kita menjadi individu yang baik dan menjadi bangsa yang baik, dengan selalu melakukan hal-hal yang positif.

 

 


[i] Cangara 2002_http://is.shvoong.com

[ii] Rakhmat 2001

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s