Kota sebagai pergerakan Ekonomi Ekonomi Kaum Urban: “Pola-pola Pencarian nafkah masyarakat komplek (perumahan)”

Posted: 2 April 2012 in Kumpulan Makalah SM 3

Kota sebagai pergerakan Ekonomi

Ekonomi Kaum Urban:

“Pola-pola Pencarian nafkah masyarakat komplek (perumahan)”

Oleh : Ahmad Suheri_1110054000037

  1. A.    Pendahuluan

 

Angka kelahiran diindonesia yang semakin tahun semakin bertambah menyebabkan  banyaknya pengangguran atau lahan pekerjaan menjadi sempit, di tambah dengan berkurangnya sumber daya alam yang semakin hari semakin menipis akibat peningkatan jumlah sumber daya manusia yang membludak menyebabkan masyarakat yang ada didesa berhijrah untuk mendapatkan pekerjaan atau penghasilan dikota, dengan harapan ketika mereka pindah ke kota ia akan mendapat penghasilan yang lebih, namun asumsi masyarakat, kebanyakan keliru…!karena jika kita lihat sangat banyak sekali kasus yang dapat kita jumpai, banyak sekali masyarakat yang pindah dari desa ke kota yang tidak mempunyai keahlian dan pendidikannyapun bias dikatakan kurang, akibatnya mereka hidup dikota menjadi pengangguran dan mejadikan mereka  menjadi gelandangan dijalan.

Disisi lain terdapat pula banyak masyarakat yang pindah atau berhijrah dari desa ke kota yang mendapatkan pekerjaan yang layak bahkan pekerjaan yang dulu mereka idam-idamkan atau mereka impi-impikan menjadi kenyataan. Kemungkinan hal ini didasari oleh banyak factor, diantaranya factor keahlian atau skil yang memadai, pendidikan, kemauan individu itu sendiri dan factor-faktor lainnya. Dari kedua sisi ini saya banyak menemukan ketimpangan dalam hal pola-pola pencarian nafkah antara masyarakat urban yang sukses dikota, dan masyarakat urban yang menjadi pengangguran bahkan gelandangan.

  1. B.     Metodologi

 

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah:

  1. Objek atau subjek study;
    1. Objek (Rumah sebagai study penelitian), yaitu masih diperumahan Matoa Residence dan ru7mah masyarakat di luar sekitar kompleknya.
    2. Subjek (Masyarakat sebagai study penelitian), disini masyarakat/penghuni rumah tersebut ialah masyarakat yang pindah dari desa ke kota (Urbanisme).

 

  1. Waktu dan Tempat Study

Adapun waktu dan tempat study yang saya lakukan adalah hari kamis tanggal 19 Oktober 2011 yang bertempat di perumahan Matoa Residence dan perumahan masyarakat sekitar yaitu di Jl. Timbul Raya. Jagakarsa jakarta selatan.

 

  1. Penggalian Data

Data yang saya dapat ini merupakan hasil dari pengamatan, dan wawancara  dengan masyarakat perumahan setempat dan sekitarnya. Adapun wawancara ini dilakukan secara terbuka.

 

  1. C.    Pembahasan

Pengertian Kerja adalah orang yang melakukan suatu aktifitas yang mengahasilkan sesuatu yang dilakukanya secara rutin minimal 2 jam dalam seminggu, dan mengahasilkan apa yang menjadi tujuannya tercapai. Pola-pola kerja atau cara masyarakat mencari nafkah dikota banyak sekali macamnya, mulai dari yang bekerja diperusahaan-perusahaan, berwirausaha atau membuka lapangan usaha sendiri, bahkan adapula yang menjadi pengemis atau gelandangan sebagai pekerjaannya.

Ketika saya wawancara dengan warga sekitar yang bernama pak Idang, beliau bekerja dijakarta sebagai mandor atau pengawas di suatu peroyek pembuatan rumah. Saya bertanya kepada beliau factor apa saja yang menyebabkan bapak bisa bekerja dikota, “jika didesa factor yang paling saya rasakan adalah sempitnya lapangan pekerjaan, dan bekerja dikota bisa mendapatkan penghasilan yang lebih, karena ketika saya di desa keahlian saya disana tidak bisa saya gunakan untuk bekerja atau mencari nafkah, karena keahlian saya dulu sebagai tukang  (pembuat bangunan rumah) tidak dapat teraplikasikan, mungkin karena jarangnya masyarakat yang membangun rumah, akhirnya saya pindah kekota dan mendapatkan sebuah pekerjaan yaitu disebuah proyek pembuatan rumah dan akhirnya hingga saat ini saya bisa bekerja di proyek, bahkan sekarang ini saya menjadi mandor (pengawas) diproyek perumahan ini (Jawabnya).

Selain saya wawancara dengan mandornya, saya sempat mewawancarai atau bertanya kepada seorang yang bekerja diproyek itu, ia bekerja sebagai tukang kuli bangunan, menurutnya bekerja sebagai tukang kuli bangunan dikota bayarannya bisa lebih besar daripada bekerja sebagai tukang kuli bangunan di desa, selain itu dia juga ingin mendapat pengalaman dari luar dan mendapatkan teman yang banyak dari luar desanya. Factor yang membawanya bisa bekerja dikota adalah pengaruh teman atau ajakan teman dan ingin mendapatkan penghasilan yang lebih.

Kemudian wawancara saya lanjutkan dengan masyarakat yang tinggal di komplek perumahan, narasumber yang saya wawancarai  adalah seorang wirausaha yang bergelut dalam bidang kontaktor, menurutnya pekerjaan yang sedang digelutinya merupakan pekerjaan yang jarang bahkan sulit utuk dilakukan didesa, sehingga menjadikan dia untuk pindah dari desa kekota. Penghasilannya pun cukup lumayan di bandingkan dengan penghasilan didesa, bahkan sekarang banyak sekali wirausaha-wirausaha yang bekerja dibidang yang sama seperti saya (ucapnya).

  1. D.    Kesimpulan

Pekerjaan atau macam-macam pekerjaan di Ibokota memang begitu banyak, tak heran jika ibukota diibaratkan sebagai medan magnet yang dapat menarik besi-besi atau benda lain disekitarnya. Banyak masyarakat yang pindah atau hijrah dari desa ke kota di akibatkan karena banyaknya lapangan pekerjaan sehingga tiap tahunnya masyarakat yang dari desa kekota berbondong-bndong untuk pergi ke kota hanya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mendapatkan penghasilan yang lebih.

Tetapi, begitu banyak masyarakat yang hijrah dari desa ke kota yang akhirnya menjadi pengangguran karena tidak mempunyai keahlian atau skill yang dimilikinya. Akibatnya terjadi banyak tindak criminal di kota disebabkan karena banyaknya pengangguran dan tuntutan untuk dapat bertahan hidup, dan akhirnya mengambil jalan kejahatan atau tindak criminal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s