IImu Komunikasi_Komunikasi Massa

Posted: 2 April 2012 in Kumpulan Makalah SM 2

BAB I

PENDAHULUAN

Manusia sebagai makhluk social (yang tidak dapat hidup sendiri/individu) maka haruslah dapat berkomunikasi dengan baik, baik dengan berkomunikasi secara verbal (Komunikasi secara lisan dan tulisan) maupun berkomunikasi secara nonverbal (Komunikasi melalui gerakan atau isyarat).

Dalam kehidupan manusia sekarang inipun manusia  tidak terlepas dari  Komunikasi Massa, dimana komunikasi massa ini ialah komunikasi yang sering digunakan dalam kehidupan manusia dizaman sekarang, disebabkan karena semakin berkembangnya teknologi sekarang ini, maka komunikasi ini sangatlah mudah untuk ditemukan dimana saja, baik komunikasi ini melalui Radio, Televisi (TV), Internet (Berita, gossip, film dan lai-lain  secara Online) dan  Pers (Koran/surat kabar, Majalah, Novel, dll).

Tetapi dalam komunikasi massa ini terdapat banyak sekali dampak bagi para komunikan maupun bagi para komunikatornya, baik dampak itu positif maupun dampak negative. Jika kita melihat dari sisi positifnya, banyak sekali orang-orang yang mudah untuk mendapatkan berita atau informasi, baik yang diketahui oleh orang lain maupun yang belum diketahui oleh orang lain. Jika kita melihat dari sisi negatifnya maka terdapat banyak pula orang-orang yang menyalahgunakan komunikasi ini, akibat dari penyalahgunaan komunikasi ini orang-orang menjadi lebih malas, misalnya saja televise (TV), sejak adanya media komunikasi ini banyak orang-orang yang meninggalkan berbagai kegiatannya dalam sehari-hari, misalnya dulu ketika media ini belum ada orang-orang pada saat setelah shalat magrib mereka mengisi waktu ini untuk kegiatan membaca atau mengaji (Al-Quran) dan kegiatan lainnya.

Dengan adanya media komunikasi ini, orang-orang mengganti kegiatannya dengan melihat/menonton acara-acara, seperti sinetron, infotainment, dan berbagai acara lainnya yang menyebabkan manusia ini malas untuk melakukan kegiatan yang labih bermanfaat, seperti belajar dan lain-lain.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

KOMUNIKASI MASSA (MASS COMMUNICATION)

  1. A.    Definisi Komunikasi Massa
    1.  Menurut Bittner, definsi komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang banyak/hal layak ramai. [1]
    2. Defleur dan Dennis, mendefinikasikan komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan berbeda-beda melalui berbagai cara.[2]
    3. Charles R. Wright, menjelaskan bahwa: Komunikasi massa merupakan jenis khusus dari komunikasi social yang melibatkan berbagai kondisi pengoperasian, terutama sifat khalayak ramai, sifat komunikasi dan sifat komunikatornya.

Dari definisi /pengertian komunikasi massa diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah penyampaian pesan komunikasi melalui atau menggunakan media massa modern, yang meliputi surat kabar, siaran radio, Televisi dan Internet yang ditunjukan kepada masyarakat/ umum. Termasuk juga film yang dipertunjukkan dibioskop-bioskop.

Sementara itu masih ada sarjana , seperti Everett M. Rogers, mengetakan bahwa, selain media modern terdapat media massa tradisional, yang meliputi teater rakyat, juru dongeng keliling, juru pantun dan lain-lain.

Media massa disini, bukan alat/ instrument itu sendiri dan bukan  pula penyiarannya yang diperuntukan kepada acara keluarga,yang sifatnya untuk kegiatan pribadi, melainkan : Bagaimana jalan/ cara memakainya. Dan bukan pula alamiyah, tetapi selalu dibentuk dan direncanakan.

 

 

Lazimnya media menunjukkan seluruh system dimana pesan-pesannya:

  1. Diproduksikan
  2. Dipilih
  3. Disiarkan untuk umum
  4. Diterima, dan
  5. Ditanggapi

 

  1. B.     Media Massa dalam Hukum Nasional[3]
    1. 1.      Penghinaan, fitnah, dan pencemaran nama baik.

Ketentuan hokum mengenai media massa ini dapat dilihat dalam Kitab UU Hukum Pidanan (KUHP) dan Kitab Undang-undang Hukum Pertdata (KUHPer).

a). Masalah Penghinaan dalam KUHP di atur dalam pasal 310-321, passal 310 menyatakan, bahhwa:

(1). Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seorang dengan menuduh sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hala itu dapat diketahui umum, diancam karena, pencemaran, dengan pidana penjara paling lama 9 Bulan (Sembilan bulan).

(2). Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan atau di tempelkan dimuka umum, maka yang bersalah, karena pencemaran tertulis, diancam pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan (satu tahun empat bulan).

(3). Tidak merupakkan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan terang dilakukan demi kepentingan umum  atau karena terpaksa untuk bela diri .

b). Ketentuan hokum mengenai fitnah yang diatur dalam pasal 311 ayat :

(1) “jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikan, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka ia diancam dengan melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

(2) Pencabutan hak-hak tersebut dalam pasal 35 no. 1-3 dapat dijatuhkan”

Pencabutan hak-hak terpidana diatur dalam pasal 35 no. 1-3 ialah:

1. Hak memengang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu

2. Hak memasuki angkatan bersenjata

3. Hak memilih dan dipilih dalam pemilihan yang diadakan berdasarkan aturan-aturan umum

Pasal berikutnya yaitu tentang hukuman bagi yang merasa difitnah dan media massa yang dianggap memfitnah, yaitu pasal 314:

(1). Jika yang dihina, dengan putusan hakim yang menjadi tetap, dinyatakan salah atas hal yang dituduhkan, maka pemidanaan karena fitnah tidak mungkin.

(2). Jika dia dengan putusan hakim yang menjadi tetap dibebaskan dari hal yang dituduhkan, maka putusan itu dipandang sebagai bukti sempurna bahwa hal yang dituduhkan tidak benar.

(3). Jika terhadap yang dihina telah dimulai penuntutan pidana karena hal yang dituduhkan padanya, maka penuntutan karena fitnah dihentikan sampai mendapat putusan yang menjadi tetap, tentang hal yang dituduhkan.

Selanjutnya hukuman bagi pelaku penghinan ringan, dalam hal ini media massa yang dianggap menyebarkan informasi yang mengandung penghinaan ringan. Tentu saja dalam hala ini berlaku ketentuan diatas,  yaitu jika tuduhan atau informasi yang mengandung penghinaan itu ternyata tidak benar, maka media massa yang menyebarkan informasi penghinaan itu harus bertanggung jawab, yaitu terancam hukuman oleh tuntutan balik dari pihak yang merasa dihina itu.

c). Masalah Pencemaran nama baik, yang diatur dalam pasal-pasal hokum pidana nasional juga mengatur soal kabar dan berita bohong, sebagaimana dirumuskan dalam UU No. 1 Tahun 1946 tentang peraturan hokum pidana pasal 14 dan 15. Undang-undang ini mengandung revisi terhadap KUHP. Pasal 14 menyatakan:

(1). Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya selama 10 tahun.

(2). Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan  pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangkal bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya selama 3 Tahun.

Kemudian pasal 15 menyatakan:

“Barangsiapa mnyiarkan yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, dsedangkan ia mengerti setidak-tiddaknya patut dapat menduga bahawa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat, dihukum dengan hukuman setinggi-tingginya selama 2 Tahun.”

  1. 2.      Penghinaan terhadap sesama Rakyat, Pemerintah, dan Kepala Negara.

Selain KUHP juga melarang penghinaan terhadap sesama golongan Rakyat Idonesia, juga pemerintah dan kepala dan wakil kepala Negara, baik nasional maupun asing. Media massa bisa terkena ketentuan oleh KUHP ini kalau mereka menyiarkan penghinaan itu tanpa menyebut sumbernya, maka dapat dikatakan bahwa media massa itu yang melakukan penghinaan, sebagaimana telah di jelaskan dalam uraian diatas.

  1. 3.      Penghinaan terhadap Agama

Perbuatan yang dapat pula dipidana, termasuk juga jika dilakukan oleh media massa, adalah penghinaan terhadap Agama atau perbuatan yang dikategorikan sebagai penodaan Agama seperti pembuatan gambar Nabi Muhammad SAW. dan pembuatannyaini didasarkan pada pasal 156a KUHP, yaitu:

“Dipidana dengan penjara selama-lamanya 5 Tahun, barangsiapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau perbuatan :

  1. Yang ada pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu Agama yang dianut di Indonesia.
  2. Dengan maksud agar orang tidak menganut Agama apapun juga yang bersendikan ketuhanan Yang Maha Esa.

 

 

  1. 4.      Pembocoran Rahasia Negara dan Jabatan

Ketentuan lai dalam KUHP yang dapat dikenakan terhadap media massa ialah pasal-pasal yang mengatur soal pembocoran rahasia Negara dan jabatan atau profesi.

  1. 5.      Pornografi dan Pornoaksi

Ketentuan KUHP berikutnya yang dapat dikenakan terhadap media massa adalah pasal-pasal yang yang mengatur masalah kesusilaan, yang berkaitan dengan masalah pornografi dan pornoaksi. Hal ini diatur dalam pasal 281, 282, 283, 533, 534, dan 535 KUHP. Adapula masalah-masalah kesusilaan yang berkaitan dengan pengguguran kandungan yaitu, pasal 299, 346, 347, 348, 349, 350, dan 535 KUHP.

  1. 6.      Ganti Rugi

Kehidupan media massa juga dapat diatur melalui ketentuan-ketentuan dalam kitab undang-undang hokum perdata (KUHPer). Dalam hal ini yang diatur KUHPer ialah perbuatan melawan hokum yang sanksinya ialah berupa ganti rugi dan pernyataan minta maaf. Ganti rugi disini ialah mengembalikan hak-hak korban pada posisinya yang semula sebelum perbuatan melawan hokum itu terjadi.

 

  1. C.    Karakteristik Komunikasi Massa

Komunikasi Massa mempunyai beberapa karakteristik yang antara lain sebagai berikut:

  1. Pesan Komunikasi Massa Sifatnya, Massalitas/ bersifat umum.
  2. Audience Komunikasi massa bersifat heterogen.
  3. Penyampaian pesan komunikasi massa menimbulkan keserempakkan.
  4. Hubungan komunikator dan komunikan bersifat non pribadi.
  5. Biasanya komunikasi berlangsung satu arah.
  6. Kegiatan Komunikasi melalui media massa dilakukan secara terencana, terjadwal dan terorganisir.
  7. Penyampaian pesan komunikasi massa dilakukan secara berkala.
  8. Sifat dari komunikasi Massa menurut Hyman, harus menimbulkan indicator kegiatan sosialisasi media sebagai berikut, yaitu:

1). Mencerminkan tuntunan dan harapan serta suka, duka rakyat.

2). Memberi hiburan.

3). Menimbulkan perasaan, simpati dan belas kasihan terhadap yang kurang dan menderita

4). Meningkatkan harga diri yang seba kurang dan menderita

5). Mengadakan kemampuan berfungsi dalam masyarakat, juga kepada mereka yang serba kekurangan

Adapun sifat-sifat dari komunikasi massa adalah sebagai berikut:

–          Komunikasi massa menyiarkan informasi, gagasan dan sikap komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan media.

–          Melakukan kegiatan komunikasi massa jauh lebih sukar daripada komunikasi antar pribadi dan kelompok.

 

  1. D.    Proses Pesan Komunikasi Massa .  

Proses pelaksanaan Komunikasi massa itu lebih sukar dari yang lain, karena komunikasi massa biasanya;

  1. Menghendaki organisasi resmi dan rumit untuk melakukan operasinya, ada surat ijin penyiaran atau penerbitan.
  2. Memerlukan apembiayaan dan pengawasan keuangan.
  3. Memerlukan keahlian orang-orang yang bekerja.
  4. Memerlukan manajemen yang baik
  5. Memerlukan pengawasan yang normatif yang erat hubungannya denngan orang luar, yang mempunyai wewenangdan erat hubungannya dengan masyarakat.
  6.  Harus ada orang yang bergerak dalam struktur yang menjamin kontinuitas dan kerja sama.
  7. E.     Macam-macam Media Massa

Everret M. Rogers, berpendapat bahwa media massa yang modern (Televisi, Radio, Surat Kabar, film), terdapat pula media massa yang tradisioal, seperti: teater, rakyat, juru dongeng, keliling, juru pantuan dan lain-lain. Namun dalam pembahasan disini difokuskan pada media massa modern saja, yakni: Pers, Radio, Televisi, Film.

  1. 1.      Pers

Pers berasal dari bahasa Belanda dan dalam bahasa Inggrisnya press yang berarti cetak. Atau berarti pula penyiaraan secara tercetak atau publikasi secara tercetak. Pers berarti pula lembaga kemasyarakatan yang tidak bisa hidup secara sendiri, melainkan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.

Ciri-ciri pers, adalah sebagai berikut:

  1. Publisitas
  2. Priodiritas
  3. Universalitas
  4. Aktualitas

Hal-hal yang terkait dalam pers antara lain, harus ada:

  1. Sumber, ide, pejabat, situasi yang ada, karangan-karangan, iklan dan lain-lain
  2. Wartawan yang mampu mencari berita dan mampu mengelola kata dalam tulisan yang enak dibaca oleh khalayak.
  3. Surat ijin untuk penerbitannya
  4. Dana yang mencukupi untuk operasionalnya
  5. Konsumen yang mampu membeli, dan lain-lain

 

  1. 2.      Radio

Adalah media massa yang tergolong murah dan lebih kurang 80% dapat menjangkau wilayah Indonesia. Penemu Radio pada awalnya adalah  Marconi  namun yang mula-mula memperkenalkan radio siaran adalah  David Sarnoff  tahun 1915, tetapi yang disebut sebagi Bapak Radio adalah Lee De Forest, yang terjadi pada tahun 1916. Dan radio siaran berada di Indonesia pada tahun 1925.

Radio dapat dikatakan sebagai salah satu alat komunikasi yang baik, walau radio hanya dapat didengar (auditif) dan mempunyai peranan yang sangat penting untuk mendapatkan informasi, hiburan dan lain-lain.

  1. 3.      Televisi (TV)

Televisi adalah alat komunikasi yang mempunyai sifat Auditif (dapat didengar) dan juga Visual (dapat dilihat). Sehingga dengan dua sifat tersebut mampu menyerap para penonton Televisi (TV) semakin banyak, apalagi pada saat sakarang ini, siaran televisi hampir 24 jam, dan chanelnya sudah banyak pula, serta acara-acara yang disiarkan beragam dan sangat menarik, sehingga mampu menarik perhatian para penonton televise dan mengakibatkan para penonton enggan untuk meninggalkan televisi tersebut.

  1. 4.      Film

Film adalah hasil seni yang terdiri dari lukisan dan tulisan yang digerakkan secara mekanis. Yang maksudnya adalah film yang tampak oleh penonton-penonton di gedung-gedung Bioskop itu adalah berbentuk gambar-gambar yang terbuat dari Celluloid  yang transparan dalam jumlah yang banyak, yang apabila digerakan melalui cahaya yang kuat akan tampak pada layar, seperti gambar yang hidup.

Film disamping sifatnya menghibur juga menyajikan informasi dan pendidikan yang terkandung didalamnya. Tergantung pada bagaimana penoton dapat mencernanya. Disebut sebagi media massa disini, yaitu apabila film tersebut diputar dibioskop-bioskop secara serentak.

  1. F.     Fungsi Komunikasi Massa

Adapun fungsi dari komunikasi massa adalah sebagai berikut

  1. Fungsi terhadap Masyarakat, yang menurut Harold De Laswell dan Wright (1975) menyebutkan empat macam fungsi, yakni sebagai berikut:

a). Pengawasan lingkungan.

b). Korelasi antar bagian didalam Masyarakat untuk menanggapi lingkungnnya.

c). Sosialisasi atau pewarisan nilai-nilai.

d). Hiburan.

2. Fungsi terhadap individu. Menurut Samuel L. Becker (1985) mempunyai delapan fungsi, yaitu:

a). Pengawasan atau pencarian informasi.

b). Mengembangkan konsep diri.

c). Fasilitas dalam hubungan social.

d). Substitusi dalam hubungan social.

e). Membantu melegakan emosi.

f). Sarana pelarian dari ketegangan dari keterasingan.

g). Sebagai bagian dari kehidupan rutin.

 

  1. G.    Dampak/ Efek Komunikasi Massa

Yang dimaksud dengan Efek ialah perubahan yang terjadi dipihak komunikan sebagai akibat dari diterimanya pesan melalui proses komunikasi. Efek komunikasi massa tersebut dapat kita lihat dari dua sisi, adapun dari kedua sisi itu ialah :

1). Efek Komunikasi massa sebagai fisik antara lain yaitu:

a. Efek Ekonomis, yaitu akan menimbulkan secara ekonomis yang mengerakkan usaha dalam berbagai sector, seperti produksi, distribusi dan konsumsi jasa media massa.

b. Efek social, yaitu komunikasi massa akan membawa perubahan pada struktur atau iteraksi social.

c. Efek penjadwalan sehari-hari, yaitu sebelum adanya televise, orang pergi tidur jam 08.00 malam dan bangun pagi sekali, karena untuk pergi bekerja ditempat yang jauh.

2). Efek Pesan Media Massa, yaitu meliputi:

a. Efek kognitif, diaman seseorang bila sering menonton, membaca media massa, maka memeberikan pengetahuan, keterampilan, maupun kepercayaan.

b. Efek Afektif, yaitu apa yang disebarkan melalui media massa dapat mengubah pada apa yang dirasakan, disenangi atau yang dibenci halayak.

c. Efek Konatif atau behavioral, yaitu dampak pesan media massa dapat menimbukan pola-pola tindakan, kegiatan atau perilaku nyata yang dapat diamati.

 

  1. H.    Model-model Komunikasi Massa

Penyampaian pesan melalui media massa ini banyak mendapat perahatian dan penelitian dari para ahli, disebabkan semakin majunya teknologi dibidang media massa. Penelitian para ahli tersebut menghasilkan teori komunikasi massa, diantaranya mengenai model-model komunikasi, yaitu:

1). Model jarum hypodermic (Hypodermic needle model),

yaitu dalam hubungannya dengan model komunikasi massa ini ialah bahwa media massa menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung terhadap massa komunikan.

2). Model Komunikasi dua tahap (Two Step Flow Model),

model ini menyatakan bahwa ide-ide sering kali dating dari radio, surat kabar atau TV, yang ditangkap oleh pemuka pendapat (opinion Leader) dan dari mereka kemudian disampaikan kepada penduduk yang kurang giat.

3). Model Komunikasi satu Tahap (one Step Flow Model),

ialah model yang menyatakan bahwa saluran media massa berkomunikasi langsung dengan massa komunikan tanpa berlalunya suatu pesan melaluyi pemuka pendapat, tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada setiap komunikan.

4). Model komunikan Tahap Ganda (Multi Step Flow Model),

model ini ialah menggabungkan semua model yang telah ditulis diatas, yaitu didasaran pada fungsi penyebaran yang berurutan yang terjadi pada kebanyakan situasi komunikasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Penutup

 

Kesimpulan:

 

  1. Komunikasi massa adalah penyampaian pesan komunikasi melalui atau menggunakan media massa modern, yang meliputi surat kabar, siaran radio, Televisi dan Internet yang ditunjukan kepada masyarakat/ umum. Termasuk juga film yang dipertunjukkan dibioskop-bioskop.
  2. Dalam Komunikasi massa ini terdapat UU KUHP dalam mengenai Penghinaan, fitnah, dan pencemaran nama baik. Selain itu juga tedapat UU mengenai penghinaan terhadap sesama rakyat, pemerintah, dan kepala Negara dan masih terdapat lagi yang lainnya.
  3. Komunikasi massa ini mempunyai banyak macamnya, seperti Pers, Radio, Televisi (TV), dan Film.
  4. Dengan komunikasi massa ini selain terdapat banyak macamnya  juga terdapat  fungsi serta dampaknya, adapun fungsinya yaitu, terhadap masyarakat, dan terhadap individu. Dampak komunikasi massa ini ialah; efek komunikasi sebagai fisik yaitu seperti efek pada ekonomis, social dan penjadwalan sehari-hari. Kemudian dari efek pesan media massa, yaitu efek kognitif, afektif dan konatif, efek konatif ini meliputi efek proposial behavioral, agresi sebagai efekkomunikasi massa,dan teori-teori efek social komunikasi massa.
  5. Model-model komunikasi Massa, diantaranya:
    1. Model jarum Hypodermik
    2. Model Komunikasi dua tahap
    3. Model Komunikasi satu tahap
    4. Model Komunikasi  tahap ganda

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Roudhonah, Hj. 2007. Ilmu Komunikasi. Ciputat: Citra Grafika Desain/Ax’n
  2. Tebba, Sudirman. 2007. Hukum Media Massa Nasional. Ciputat: Pustaka Irvan
  3. L.Rivers, William DKK. 2008. Media Massa dan MAsyarakat Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

 

 

 

 


[1] . Bittner, Mass Communication : An Introduction (1985)

[2] . Defleur dan Dennis, “ Understanding Mass Commucation”1985

[3] Sudirman Tebba, Hukum Media Massa Nasional, Pustaka Irvan. Ciputat-Tangerang: 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s