Definisi Psikologi Sosial

Posted: 2 April 2012 in Kumpulan Makalah SM 4

Definisi Psikologi Sosial

Beberapa ahli psikologi sosial mendefinisikan psikologi sosial sebagai berikut[i] :

“Social Psychology is scientific study of the experience and behavior of individuals in relation to social stimulus situations” (Sherif & Sherif, 1956)

“Social Psychology can be defined as the science of interpersonal behavior events” (Krech, Cruchfield, & Ballachey, 1962)

“Social Psychology is the scientific study of human interaction” (Watson, 1966)

“Social Psychology is the study of the individual human being as the interacts, largely symbolically, with his environment” (Dewey & Humber,1966)

“Social Psychology is a subdiscipline of psychology that especially in volves the scientific study of the behavior of individuals as a function of social stimuli” (Jones & Gerard, 1967)

“Social Psychology is the scientific study of the experience and behavior of individuals in relation to other individuals, groups, and culture (Mc. David & harari, 1968)

Dari keterangan definisi tersebut diatas, dapat diambil 3 ruang lingkup studi Psikologi Sosial, yaitu :

  1. Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individual, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar, atribusi (Sifat). Walaupunj topic-topik ini bukan monopoli dari psikologi Sosial, namun psikologi sosial tida dapat menghindar dari studi tentang topic-topic ini.
  2. Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial dan sebagainya.
  3. Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, otoriter, konformitas (keselarasan), kerja sama, persaingan, peran sosial dan sebagainya.

Dari uraian diatas, definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, “Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang sosial”  (Social Psicholgy is the scientific study of individual behavior as a function of social stimuli; Shaw & Costanza, 1970).

Latar Belakang Timbulnya Psikologi Sosial[ii]

Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial, banyak beberapa tokoh berpendapat, semisal, Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Berbeda lagi dengan Gustave Le Bon, bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlainan sifatnya.

Jiwa massa lebih bersifat primitif (buas, irasional, dan penuh sentimen) dari pada sifat-sifat jiwa individu. Berlaianan dengan Le Bon, Sigmund Freud berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja sering tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berpendapat dalam buku yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.

Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas . Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain:

  1. kemampuan menggunakan bahasa
  2. adanya sikap etik
  3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang )

Ketiga pokok di atas biasa disebut sebagai syarat human minimum. Dengan demikian yang tidak memenuhi human minimum dengan sendirinya sukar digolongkan sebagai masyarakat. Obyek manusia mempelajari psikologi sosial adalah kegiatan-kegiatan sosial / gejala-gejala sosial. Sedangkan metode sosial antara lain : a. Metode Eksperimen, b. Metode survey, c. Metode Observasi, d. Metode diagnostik – psychis, e. Metode sosiometri.

Sejarah Perkembangan Pskologi Sosial

Psikologi sosial menjadi satu ilmu yang mandiri baru sejak tahun 1908. Pada tahun itu ada dua buku teks yang terkenal yaitu “Introduction to Social Psychology” ditulis oleh William McDougall – seorang psikolog – dan “Social Psychology : An Outline and Source Book , ditulis oleh E.A. Ross – seorang sosiolog. Berdasarkan latar belakang penulisnya maka dapat dipahami bahwa psikologi sosial bisa di”claim” sebagai bagian dari psikologi, dan bisa juga sebagai bagian dari sosiologi

Psikologi sosial juga merupakan pokok bahasan dalam sosiologi karena dalam sosiologi dikenal ada dua perspektif utama, yaitu perspektif struktural makro yang menekankan kajian struktur sosial, dan perspektif mikro yang menekankan pada kajian individualistik dan psikologi sosial dalam menjelaskan variasi perilaku manusia.. Di Amerika disiplin ini banyak dibina oleh jurusan sosiologi – di American Sociological Association terdapat satu bagian yang dinamakan “social psychological section”, sedangkan di Indonesia, secara formal disiplin psikologi sosial di bawah binaan fakultas psikologi, namun dalam prakteknya tidak sedikit para pakar sosiologi yang juga menguasai disiplin ini sehingga dalam berbagai tulisannya, cara pandang psikologi sosial ikut mewarnainya


[i] Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, “Teori-teori Psikologi Sosial” Hal. 3

[ii] Infopsykologi.Wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s