Mata Kuliah Ulumul Qur’an _ Ilmu Makky & Madany

Posted: 16 Maret 2012 in Kumpulan Makalah SM 2

BAB II

Pembahasan

Ilmu Makky dan Madany

 

  1. Definisi Ilmu Makky dan Ilmu Madany

Ilmu Makky dan Madany ialah ilmu yang membahas tentang surat-surat dan ayat-ayat yang mana yang di turunkan di Makkah dan yang mana yang ditrunkan di Madinah.

Dikalangan ulama terdapat beberapa pendapat tentang dasar/kriteria yang dipakai untuk menentukan makiyah dan madaniyah suatu surat atau ayat.

Sebagian ulama menetapkan lokasi turunnya ayat-ayat atau surat sebagai dasar penentuan makiyah dan madaniyah, sehingga mereka membuat definisi makiyah dan madaniyah sebagai berikut:

Yang diartikan sebagi berikut: “Makiyah ialah yang diturunkan dimakkah sekalipun turunnya sesudah hijrah, madaniyah ialah yang diturunkan dimadinah”

Definisi ini terdapat kelemahan (tidak jami’dan mani’), karena hanya mencakup semua ayat dan surat yang turun didaerah makkah termasuk Mina, Arafah dan sebagainya, dan juga mencakup semua ayat dan surat yang turun di daerah Madinah termasuk pula Badar dan Uhud. Tetapi definisi tersebut tidak bias mencakup ayat atau surat yang rturun diluar daerah Makkah dan Madinah, misalnya; surat At-Taubah ayat 43 yang turun di Tabuk dan surat Al-Zuhuruf ayat 45 yang turun di Baitul Maqdis pada malam Nabi melakukan Isra.

Adapula Ulama yang menyatakan orang atau golongan yang menjadi sasaran ayat atau surat sebagai kriteria penentu Makiyah dan Madaniyah sehingga mereka merumuskan definsinya sebagai berikut: “Makiyyah adalah Khitabnya (seruannya) jatuh kepada penduduk Makkah dan Madinah ialah yang Khitabnya (seruannya) kepada penduduk Madinah”.

B.  Phase-phase turunnya Al-Qur’an

Masa turunnya Al-Qura’an di bagi kedalam dua phase yang masing-masing mempunyai corak sendiri, yaitu:

Pertama, masa Nabi bermukim di Makkah yaitu selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, yakni dari tanggal 17 bulan Ramadhan tahun 41 dari Milad hingga awal Rabi’ul Awwal tahun 54 dari Milad Nabi, segala yang turun di Makkah itu disebut dengan surat/ayat Makiyyah.

Kedua, yang turun sesudah hijrah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, yakni dari permulaan rabi’ul awwal tahun 54 dari milad Nabi, sehingga 9 Dzulhijjah tahun 63 dari milad Nabi atau tahun 10 Hijriyah. Semua yang turun di Madinnah disebut dengan surat/ayat Madaniyyah.

Al-Qur’an yang diturunkan kira-kira 19/30 dan Al-Qur’an yang diturunkan diMadinah kira-kira 11/30. dan semuanya terdiri dari 114 surat dan 6666 ayat. Permulaannya Al-Fatihah dan akhirnya Annas. 23 dari 114 surat, demikian menurut data yang kuat diturunkan diMadinnah dan selebihnya di turunkan diMakkah.

Diantara surat-surat yang telah disepakati oleh para ahli tafsir dan sejarah bahwa surat-surat itu turun di Mekkah pada marhalah ibtidaiyah (fase Makiyah 1), ialah:

  1. al-Alaq                              6. al-Insyirah
  2. al-Mudatstsir                     7. al-‘Adiyat
  3. al-Takwir                           8. al-Takattsur
  4. al-A’la                               9. al-Najm
  5. al-lail

Diantara surat-surat yang turun pada marhalah muttawassitah di Mekkah (fase Makkiyah II), ialah:

  1. ‘Abasa                               5. al-Mursalat
  2. al-Tin                                 6. al-Balad
  3. al-Qori’ah                          7. al-Hijr
  4. al-Qiyamah

Diantara surat yang turun pada marhalah khitamiyah di Mekkah (fase Makkiyah yang terakhir), ialah:

  1. al-Dukhan                                     5. Ibrahim
  2. al-Zukhruf                         6. al-Kahfi
  3. al-Shaffat                          7. al-Dzariyat
  4. al-Sajdah
  1. Jumlah Surat Al-Qur’an yang turun diMakkah dan di Madinah

Para ahli tafsir tiada sekata dalam menetapkan jumlah surat yang turun di Madinah bahkan mereka berselisih paham pula tentang surat-surat Makiyah dan Madaniyyah Al-Khudlari dalam kitab Tarikh Tasyri menetapkan, bahwa jumlah Al-Qur’an yang turun diMakkah sejumlah 19/30 dan yangturun dimadinah sejumlah 11/30. Surat-surat yang turun diMakkah sejumlah 91 dan yang turun diMadinah 23.

Bila kita periksa Al-Mushhaf  dan kita perhatikan keterangan-keterangan yang terdapat dipermukaan tiap-tiap surat, nyatalah bahwa surat yang turun diMakkah sejulamlah 86 dan yang turun diMadinah sejumlah 28.

  1. Ciri-ciri surat yang turun diMakkah dan Madinah[1]

Adapun ciri-ciri yang diturunkan diMakkah ialah sebagai berikut:

Pertama, ayat-ayat Makiyyah itu cenderung dengan surat-surat yang pendek, yang dinamakan dengan ayat-ayat  Qishar. Sedangkan ayat-ayat Madaniyah di tandai dengan surat-surat/  ayat-ayat yang panjang. Yang dinamai dengan ayat-ayat Thiwal.

Kedua, kebanyakan firman Allah dalam surat Madaniyyah diawali dengan perkataan; ﻴﺂﻴﻬﺎﺍﻠﺬﻳﻦﺁﻣﻨﻮﺍ hanya ada tujuh ayat saja dari ayat Madinah yang dimulai dengan ﻴﺂﻴﻬﺎﺍﻠﻨﺎﺱ

Ketiga, ayat-ayat Makiyyah kebanyakan mengandung soal tauhid, soal kepercayaan, adanya Allah, hal ihwal a’dzab dan nikmat dihadiri kemudian serta urusan-urusan kebaikan. Ayat-ayat hokum yang jelas tegas kandungan, kebanyakannya turun dimadinah.

  1. Jumlah Isi Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an didalamnya terdapat seratus empat belas surat (114) dan jumlah ayatnya, enam ribu enam ratus enempuluh enam ayat (6666). Kalimatnya menurut hiotungan sebagian para ahli tujuh pluh empat ribu empat ratus tiga puluh tujuh (74437), sedang hurufnya terdiri dari tiga ratus dua puluh lima ribu tiga ratus empat puluh lima (325345).[2]

  1. Kegunaan Ilmu Makky wal Madany

Kegunaan/faedah Ilmu makky wal madany adalah banyak sekali. Dalam hal ini, al-Zarqani di dalam kitabnya manahilul ‘Irfan menerangkan sebagian daripada kegunaan Ilmu adalah:

    1. kita dapat membedakan dan mengetahui ayat yang mana yang masukh dan nasikh. Apabila terdapat dua ayat atau lebih mengenai suatu masalah, sedang hokum yang terkandung didalam ayat-ayat itu bertentangan. Kemudian dapat diketahui bahwa ayat yang satu makkiyah, sedang ayat lainnya madaniyah.
    2. Kita dapat mengetahui sejarah hokum Islam dan perkembangannya yang bijaksana secara umum.
    3. Ilmu dapat meningkatkan keyakinan kita terhadap kebesaran, kesucian, dan keaslian Al-Quran, karena melihat besarnya perhatian umat islam sejak turunnya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Al-Quran, sampai hal-hal yang sedetail-detailnya.
  1. Cara-cara untuk mengetahui Makkiyah dan Madaniyah surat-surat Al-Qur’an

Menurut al-Jabari:

ﻠﻣﻌﺭ ﻔﺔﺍﻠﻣﻜﯽﻮﺍﻠﻣﺪ ﻨﯽﻂﺮﻴﻗﺎﻦ:ﺴﻣﺎ ﻋﻲ ﻭﻗﻳﺎﺴﻲ

Artinya:

“Untuk mengetahui Makkiyah dan Madaniyah surat-surat Al-Quran ada dua cara, ialah: sama’i (jalan riwayat) dan Qiyasi (jalan membanding-bandingkan yang satu dengan yang lain).”

Al-Jabari menegaskan bahwa yang dimaksud dengan “sama’i” ialah:

ﻤﺎﻭﺻﻞﺍﻟﻳﻧﺎﻧﺯﻭﻟﻪ ﺑﺎﺤﺪ ﻫﻤﺎ

Artinya:

“yang sampai berita turunnya kepada kita dengan salah satu daripada dua jalan itu.”

Kemudian ia memberikan contoh-contoh dan bukti-bukti (data dan fakta) yang menunjukan, bahwa dalam menentukan makkiyah dan madaniyah satu surat, dipergunakan ijtihad (qiyasi). Dan apabila kita bandingkan contoh-contoh yang diberikan oleh ulama-ulama lain yang boleh mempelajari al-Quran dengan sedalam-dalamnya dan telah meresapi keindahan seni bahasanya dan uslub-uslubnya, maka dapatlah kita rumuskan/simpulkan dari semuanya itu suatu dhobit qiyasi (pedoman yang bersifat analogis), yang dapat kita gunakan untuk membedakan antara surat-surat makkiyah dan surat-surat madaniyah dan dapat pula kita tentukan cirri-ciri yang khas untuk surt-surat makkiyah dan madaniyah.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

  • Ilmu Makky dan Madany merupakan ilmu yang membahas tentang surat-surat dan ayat-ayat yang di turunkan di Mekkah dan di Madinah.
  • Dalam Al-Qur’an didalamnya terdapat seratus empat belas surat (114) dan jumlah ayatnya, enam ribu enam ratus enempuluh enam ayat (6666).
  • Makkiyah maupun madaniyah masing-masing menjadi 3 (tiga) marhalah (fase), yakni:
  1. marhalah ibtidaiyah (fase permulaan).
  2. marhalah mutawassitthah (fase pertengahan).
  3. marhalah khitamiyah (fase penghabisan).

Saran

Untuk menyusun urutan marhalah-marhalah dari surat-surat madaniyah relative mudah, sebab sesudah hijrah dimadinah, Islam dapat berkembang pesat dan telah banyak orang-orang yang menghafal, menulis dan membaca al-Quran dan telah mudah orang mendapat kesempatan menyalin, meriwayatkan al-Quran dan mendalami ajaran-ajarannya. Namun, kita agak mengalami kesulitan didalam menetukan marhalah-marhalah dari surat-surat makkiyah terutama marhalah ibtidaiyahnya (fase permulaan).

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  1. Zuhdi, Masjfuk. Pengantar Ulumul Quran. Surabaya. 1993. cetakan: keempat
  2. Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbi, Teungku. Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Semarang. 1904-1975. cetakan: ketiga

[1] Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ulumul Qur’an, Surabaya:1993

[2] M. Hasbi Ash Shiddieqy, sejarah dan pengantar Ilmu Al-Quran/Tafsir, Jakarta:1954.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s