Mata Kuliah Pengantar Ekonomi

Posted: 16 Maret 2012 in Kumpulan Makalah SM 2

BAB I

Pendahuluan

Pembangunan Nasional tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan dunia usaha nasional. Selama ini, dunia usaha kita mencakup dunia usaha swasta, BUMN, dan koperasi. Dunia usaha swasta sendiri terdiri atas pengusaha kecil (mikro), menengah dan besar. Masing-masing kelompok usaha nasional tersebut memiliki peran yang sama dalam pembangunan nasional yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Dunia usha ini harus mempunyai sinergi diantara elemen yang ada dan bukan berjalan sendiri-sendiri sehingga dapat memperkuat struktur perekonomian nasional.[1]

Perjalanan pembangunan ekonomi modern di Negara-negara industry baru maupun Negara-negara maju tidak lain merupakan rangkaian strategi perdagangan dan industry, yang kadang-kadang dilakukan secara dramatis. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan efek kolektif secara dramatis pula. Pilihan suatu strategi industry ini sangat menentukan masa depan suatu Negara, sekaligus merupakan pilihan politik. Bahkan ini menjadi taruhan pemerintah yang berkuasa, karena janji untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan sangat tergantung pada keberhasilan pembangunan ekonomi melalui strategi pilihan tersebut.

Jika strategi ini berhasil, maka Negara-negara yang menerapkannya kemungkinan besar mengalami peningkatan yang pesat dalam pembangunan ekonomi. Strategi industry dan perdagangan merupakan instrument inti dalam pembangunan ekonomi, yang sangat menentukan keberhasilan suatu pemerintahan. Karena itu, setiap pemerintah yang berkuasa selalu berupaya menemukan pilihan strategi pembangunan ekonomi yang paling tepat sesuai aspirasi dan paham kolektif masyarakatnya.

Sumberdaya manusia ialah factor yang sangat menetukan untuk keberhasilan strategi pembangunan. Hal ini merupakan fakta yang memutar balikkan fakta anggapan bahwa kemajuan suatu Negara bias menjadi sejahtera semata-mata hanya karena kekayaan alam.[2]

 

BAB II

Pembahasan

Strategi Pembangunan

  1. A.    Definisi Strategi pembangunan

Strategi adalah suatu cara atau perencanaan dalam segala sesuatu yang direncanakan. Dan pengertian pembangunan itu sendiri adalah satu diantara konsep-konsep paling mendesak dijaman kita sekarang ini. Selain itu pembangunan juga suatu konsep normatif. Dapat disimpulkan bahwa pengertian dari pembangunan adalah proses multi dimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam suatu proses social, sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional, dan juga akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan pemberantasan kemiskinan absolute.[3]

Pembangunan diartikan sebagai peningkatan kemampuan orang untuk mempengaruhi masa depannya. Demikianlah, di sini tercakup pengertian “menjadi” (being) dan mengerjakan (doing). Ini berati bahwa proyek dan program-program bukan saja perlu membuahkan perubahan-perubahan yang fisik dan konkrit, melainkan juga perlu menghasilkan hal-hal semacam itu dengan cara tertentu sehingga rakyat memperoleh kemampuan yang lebih besar untuk memilih dasn memberikan tanggapan terhadap perubahan-perubahan tersebut.[4] Jadi dapat di artikan bahwa strategi pembangunan  ialah suatu perencanaan untuk meningkatkan kemampuan orang untuk mempengaruhi masa depannya.

Pada level makro institutional environment, focus dari ekonomi kelembagaan adalah menyiapkan dasar produksi, pertukaran dan distribusi dari berbagai macam aspek, baik hokum, ekonomi, politik dan social. Pada titik inilah, setiap Negara perlu menyiapkan beragam strategi pembangunan sebagai dasar penyusunan kelembagaan ekonomi. Tentu saja, strategi pembangunan ekonomi tersebut harus dipikirkan secara cermat karena akan berimplikasi kepada formulasi kesepakatan kelembagaan (institutional arrangement) pada level mikro.

Dalam persfektif ekonomi kelembagaan, strategi pembangunan ekonomi dianggap sebagai kunci yang akan menentukan kebijakan-kebijakan teknis untuk menggulirkan kegiatan ekonomi. Negara yang lebih mengedepankan tujuan pertumbuhan dibandingkan dengan pemerataan, misalnya, tentu strategi pembangunan dan kelembagaan ekonominya diarahkan untuk mencapai tujuan pertumbuhan tersebut; demikian sebaliknya.[5]

  1. B.     Tiga strategi utama dalam pembangunan ekonomi

Adapun tiga strategi utama dalam mempercepat dan mengembangkan pembangunan ekonomi Indonesia adalah:

Pertama, mengembangkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau. Selain mengembangkan klaster industri berbasis sumber-sumber superior. Baik komoditas maupun sektor. Koridor pembangunan ekonomi Indonesia terbagi dalam empat tahap. Mengindentifikasikan pusat-pusat perekonomian, misalnya ibukota provinsi. Menentukan kebutuhan pengubung antara pusat ekonomi tersebut, seperti trafik barang. Kemudian validasi untuk memastikan sejalan dengan pembangunan nasional, yakni pengaturan area tempat tinggal dengan sistem infrastruktur serta fasilitas. Juga menentukan hubungan lokasi sektor fokus, guna menunjang fasilitas. Misal menghubungkan area pertambangan dengan kawasan pemrosesnya.

Kedua, memperkuat hubungan nasional baik secara lokal maupun internasional. Hal ini bisa mengurangi biaya transaksi, menciptakan sinergi antara pusat-pusat pertumbuhan dan menydari perlunya akses-akses ke sejumlah layanan. Seperti intra dan inter-konektivitas antara pusat pertumbuhan serta pintu perdagangan dan pariwisata internasional. Integrasi ekonomi merupakan hal terbaik untuk mencapai keuntungan langsung dari konsentrasi produksi. Serta dalam jangka panjang, meningkatkan standar kehidupan. Saat ini, aktivitas ekonomi Indonesia terpusat di kota-kota, khususnya Jawa dan Sumatra. Fasilitas transportasi yang terbasa menyebabkan area industri tak menjangkau pelosok. Pada jangka pendek, proyek-proyek yang perlu dibangun di Jawa adalah TransJawa, TransJabodetabek, kereta jalur dua, Tanjung Priok. Pembangunan tersebut diharapkan bisa berdampak langsung mengurangi kemiskinan di Jawa yang melebihi 20 juta jiwa, dua kali populasi miskin Sumatra yang sekitar tujuh juta jiwa. Pembangunan infrastruktur di Jawa bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan nasional atau Iptek. Selain tiga strategi utama ini, juga ada beberapa strategi pendukung seperti kebijakan investasi, perdagangan dan finansial. Beberapa elemen utama di sektor Iptek adalah meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan kejuruan tinggi serta pelatihannya. Meningkatkan level kompetensi teknologi dan sumber daya ahli. Peningkatan aktivitas riset dan pengembangan, baik pemerintah maupun swasta, dengan memberikan insentif serta menaikkan anggaran. Kemudian mengembangkan sistem inovasi nasional, termasuk pembiayaannya. Saat ini, masalah utama yang dihadapi adalah kemampuan riset dan pengembangan yang digunakan untuk mencari solusi teknologi. Kemampuan pengguna untuk menyerap teknologi yang ada. Serta transaksi antara riset dan pengembangan sebagai pemasok solusi teknologi dengan penggunanya tak terbangun dengan baik. Selain tiga koridor, terdapat tiga tahap dalam visi ekonomi Indonesia. Pada 2011-2014, persiapan dan pembangunan konsensus untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Pada 2015-2025, implementasi program-program percepatan ekonomi. Kemudian 2025-2045, mempertahankan pembangunan yang berdasarkan ekonomi tersebut.

  1. C.    Administrasi Negara dalam Pembangunan Nasional Indonesia[6]
    1. Pembangunan nasional Indonesia

pendekatan administrasi pembangunan nasional Indonesia yang di uraikan terdahulu dapat digunakan untuk mendayagunakan administrasi Negara diindonesia guna lebih mendukung proses pembangunan Indonesia. Pembangunan nasional Indonesia landasannya adalah pancasila dan UUD 1945, dan berusaha untuk mewujudkan tujuan nasional yaitu masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan pancasila. Oleh karena itu, pembangunan nasional Indonesia merupakan pengamalan pancasila dalam kehidupan Negara, bangsa dan masyarakat. Proses pembangunan nasional dilakukan secara berencana, bertahap dan berkesinambungan melalui GBHN, Repelita dan APBN. Proses pembangunan nasional Indonesia mengusahakan secara serasi dan berkaitan, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, pemerataan pembangunan dan stabilitas yang sehat dan dinamis. Bersamaan dan saling menunjang pembangunan nasional akan memperkuat ketahanan nasional, begitupun sebaliknya.

  1. Penyempurnaan Administrasi Negara di Indonesia

Pelaksanaan pendayagunaan  administrasi Negara dilakukan agar lebih mampu, lebih efektif, efesien bersih dan berwibawa dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan tugas-tugas pembangunan, dengan dilandasi semangat dan sikaf pengabdian terhadap masyarakat

  1. Penyempurnaan administrasi Negara Indonesia sebagai pengamalan pancasila

Suatu system administrasi Negara yang mengembangkan potensi dan ciri daerah dengan tetap menegakan kesatuan dan persatuan. Demikian pula system administrasi Negara yang mencerminkan semangat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Antara lain sistem administrasi keuangan Negara. Pada pokoknya system admonistrasi Negara yang peka terhadap aspirasi dan kebutuhan rakyat.[7]

  1. D.    Pembangunan Ekonomi Indonesia

Awal usaha dalam pembangunan Ekonomi ialah setelah pengakuan kedaultan dan kembalinya republic Indonesia menjadi Negara kesatuan , suasana sudah ada untuk mulai berbenah dibidang ekonom. Hal ini ditunjang pula dengan adanya kenaikan hasil ekkspor Indonesia oleh karena ada “korea Boom”. Perang korea mengakibatkan kenaikan pada komoditi ekspor Indonesia, terutama karet pada awal dekadeini.

Berdasar rencana kasimo yang disebut terdahulu dan rencana kesejahteraan (weelfaarts plan) pemerintah federal yang di tunjang Belanda disusun suatu  “ Rencana Kesejahteraan istimewa 1950-1951 khusus untuk bidang pertanian (pangan). Kemudian disusul dengan suatu rencana urgesi, untuk pembangunan sector industry untuk perkembangan industry 1951-1952”.rencana ini dibawah pimpinan Prof.Soemitro Djojohadikusumo. Mengenai pemikiran dan tujuan rencana ini diuraikan dalam tulisan “ our way rut”.tujuan program ini adalah pengembangan industry dalam segala tingkatan, dan memberikan peranan yang besar dan penting bagi pemerintah dalam usaha pengembangannya. Di bidang industry kecil terdapat berbagai kemajuan, antara lain kegiatan di bidang ”Assembling”.

Bagaimanapun juga hal itu dapat dikatakan sebagai awal usaha pembangunan dibidang ekonomi. Sejak tahun 1952 dimulai usaha perencanaan ekonomi yang lebih bersifat menyeluruh, biarpun inti utamanya tetap sector public. Suatu dewan perancang Negara dibentuk dengan badan penyelenggara yang dinamakan biro perancang Negara. Dalam rangka ini telah berhasil disusun suatu rencana pembangunan lima tahun 1956-1960. Biro perancang Negara mula-mula diprakarsai oleh Soemitra Djojohadikusumo, kemudian dipimpin oleh Ir. Djuanda dan Ali Boediardjo, SH. Rencana tersebut baru diundangkan tahun 1958, namun di tahun 1959 sudah diganti dengan rencana lain.

Rencana tersebut atau yang lebih terkenal disebut sebagai RPLT terbagi kedalam dua bagian, yaitu : kerangka makro ekonomi dan rencana proyek-proyek. Bagaimanapun juga secara teknis perencanaan mengandung harapan-harapan. Tetapi melihat tahun pengundangannya saja sudah terdapat kesan kurangnya bantuan dan dukungan politik.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Strategi adalah suatu cara atau perencanaan dalam segala sesuatu yang direncanakan. Dan pengertian pembangunan itu sendiri adalah satu diantara konsep-konsep paling mendesak dijaman kita sekarang ini. Selain itu pembangunan juga suatu konsep normatif. Dapat disimpulkan bahwa pengertian dari pembangunan adalah proses multi dimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam suatu proses social, sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional, dan juga akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan pemberantasan kemiskinan absolute.

Tiga strategi utama dalam mempercepat dan mengembangkan pembangunan ekonomi.

  1. mengembangkan koridor pembangunan ekonomi dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau.
  2. memperkuat hubungan nasional baik secara lokal maupun internasional
  3. mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan nasional atau Iptek.

 

Daftar Pustaka

  1. Tjokroamidjojo, H. Bintoro. 1998. Manajemen Pembangunan,PT. Midas Surya Grafindo: Jakarata
  2. Baasir, Faisal, 2003. Pembangunan dan Krisis, Pustaka Sinar Harapan: Jakarta
  3. Yustika, Ahmad Erani, 2006. Ekonomi Kelembagaan, Bayumedia publishing: Jawa Timur
  4. Bryant Coralie, 1982, Managing development, Westview Press Inc


[1] Faisal Baasir, Pembangunan dan krisis, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta: 2003

[2] Didik J. Rachbini, Ekonomi Politik, Granit, Jakarta: 2004

[3] Bryant Coralie, Managing development, Westview Press Inc, 1982

[4] Dorodjatun Kuntjoro jakti

[5] Dr. Ahmad Erani Yustika, S.E., M.Sc. Ekonomi Kelembagaan, Bayu Media, Jawa Timur: 2006

[6] Prof. H. Bintoro Tjokroamidjojo, Manajemen Pembangunan. CV. Haji Masagung. Jakarta, 1998

[7] Bintoro, Tjokroamidjojo, Manajemen Pembangunan, CV. Haji Masagung. Jakarta, 1998

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s