PARTISIPASI RAKYAT DALAM PEMBANGUNAN Peran Lembaga Swadaya Masyarakat

Posted: 28 Desember 2012 in Kumpulan Makalah SM 5

BAB II

Pembahasan

 

Metode Penelitian Partisipatif

Metode Pemberdayaan Masyarakat secara Partisipatif

Latar belakang pemikiran partisipasi adalah program, pryek, atau kegiatan pembangunan masyarakat yang datang dari “atas” atau dari “luar” komunitas yang sering gagal dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat local. Praktisi pembangunan juga sering mengalami frustasi terhadap kegagalan program tersebut. Oleh karena itu, reorientasi ulang terhadap strategi pembangunan masyarakat muncul dengan lebih mengedepankan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai strategi dalam pembangunan masyarakat. Untuk itu diperlukan seperangkat teknik-teknik yang dapat menciptakan kondisi adanya keberdayaan masyarakat melalui proses pemberdayaan masyarakat secara partisipatif.

Didalam pemberdayaan masyarakat yang penting adalah  bagaimana menjadikan masyarakat pada posisi pelaku pembangunan yang aktif dan bukan penerima pasif. Konsep gerakan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, mengutamakan inisiatif dan kreasi masyarakat, dengan strategi pokok member kekuatan (Power) kepada Masyarakat.

Masyarakat yang lebih mengenal kebutuhan dan permasalahannya harus diberdayakan agar mereka lebih mampu mengenali kebutuhan-kebutuhannya. Merumuskan rencana-rencananya serta melaksanakan Konsep Pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat.

Partisipasi warga masyarakat dalam melaksanakan gerakan pembangunan tersebut harus selalu ditumbuhkan , didorongdan dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan. Jiwa partisipasi warga masyarakat tersebut adalah semangat solidaritas sosial, yaitu hubungan sosial yang selalu didasarkan pada perasaan moral bersama, kepercayaan bersama dan cita-cita bersama. Untuk memasyarakatkan gerakan pemberdayaan, ada beberapa aspek dan tingkatan yang perlu diperhatikan, seperti :

  1. Perumusan Konsep
  2. Penyusunan Model
  3. Proses Perencanaan
  4. Pelaksanaan gerakan pemberdayaan
  5. Pemantauan dan penilaian hasil pelaksanaan
  6. Pengembangan pelestarian gerakan pemberdayaan

Berkenaan dengan itu, banyak nama utnuk teknik pemberdayaan yang memiliki misi sama, diantaranya seperti berikut :

Participatory Rural /Urban Appraisal (PRA/ PUA) : merupakan nama yang khas dalam bekerja dan berperan bersama masyarakat desa atau kota. Dalam perkembangannya PRA ternyata merupakan metode partisipatif yang tidak hanya digunakan untuk masyarakat pedesaan saja, tetapi dugunakan juga di Perkotaan.

Participatory Research Appraisal: adalah nama yang khas yang digunakan dalam kegiatan peneletian yang mengunakan metode partisipatif. Pelaksanaan kegiatan penelitian dari mulai menyusun desain, instrument, pengumpulan data, pengolahan, analisis hingga menyusun laporan, selalu bersama masyarakat yang diperankan bukan sebagai obyek dalam penelitian melainkan sebagai subjek dalam penelitian.

Participatory Rapid Appraisal: merupakan nama yang khas yang digunakan dalam kegiatan mengumpulkan data yang tisdak mempunyain banyak waktu. Penggunaan pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan survey secara cepat dapat menghasilkan manfaat terhadapValiditas (Keabsahan) dan reabilitas (keandalan) data yang dikumpulkan.

Participatori Assesment and Planning : merupapakan nama yang sering digunakan dalam kegiatan perencanaan program atau proyek yang mengedepankanperan aktif dari masyarakat dalam setiap langkah pembangunan, mengidentifikasi kebutuhan sampai dengan menentukan tujuan dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta rencana pendayagunaan sumber-sumber yang tersedia dimasyarakat.

Participatory Technology Development; merupakan kegiatan pengembangan teknologi tepat guna yang berbasiskan pada ilmu pengetahuan dan kearifan budaya local. Disadari sepenuhnya bahwa masyarakat juga memiliki teknologi local yang harus diakui sebelum masuknya teknologi dari luar. Oleh karena itu pengembangan teknologi local harus dikembangkan dengan masyarakat, karena masyarakat telah memiliki pengetahuan yang sudah digunakan dalam kehidupan mereka sebelumnya.

Participatory Learning Methods ; merupakan kegiatan pembelajaran suatu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang baru tidak selamanya mudah untuk dipahami oleh masyarakat apabila konsep-konsep yang dihayatinya tidak sesuai denngannya. Maka dari itu pembelajaran secara partisipatif, aktualisasi pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dapat dipadukan dengan ilmu pengetahuan yang baru, dan pada hakekatnya akan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat.

Participatory Action Research ; merupakan pelaksanaan penelitian yang yang pasti ditindak lanjuti dengan aksi penanganan masalah. Penelitian ini selayaknya menggunakan pendekatan partisipatif, karena kelangsungan penelitian dalam bentuk tindakan social bertumpu pada kemauan dan peran aktif masyarakat.

Pendekatan Penelitian Emansipasi Subjek

Penggunaan istilah emansipasi, menunjukan bahwa informasi yang diperoleh atas perspektif informan dan adanya keterlibatan informan dalam membangun ilmu pengetahuan dari penelitian yang dilakukan bersama-sama dengan informan. Karena itu, seluruh informan pada tahap pengumpulan data diposisikan sebagaii subjek penelitian bukan objek penelitian. Sementara itu pengunaan istilah Emancipatory Research  ini menunjukan perspektif baru pada proses penelitian social.

Prinsip-prinsip Penerapan PRA

  1. Masyarakat dipandang sebayak Subjek bukan objek.
  2.  Praktisi berusaha menempatkan posisi sebagai sebagai “Insider” bukan “Outsider”.
  3. Lebih baik mendekati benar dari pada benar-benar salah menentukan parameter yang standar.
  4. Masyarakat yang membuat peta, model, diagram, pengaturan memberi angka/nilai, mengkaji/menganalisis, memberikan contoh, mengidentifikasi dan menyeleksi prioritas masalah, menyajikan hasil, mengkaji ulang dan merencanakan kegiatan aksi.
  5. Pemberdayaan dan partisipatif masyarakat dalam menentukan indicator social (Indikator evaluasi Partisipatif)

Teknik-teknik PRA

Beberapa Teknik yang cukup dikenal para Praktisi pembangunan, yaitu :

  1. Uraian Data Sekunder (Analisa database)
  2. Pemetaan prasarana, gedung, ruangan, sumber daya alam dan lokasi
  3. Observasi langsung terhadap proses pelayanan social
  4. Analisis pola penggunaan waktu
  5. Kalender musim dan profil perubahan
  6. Diskusi Kelompok terarah
  7. Profil sejarah
  8. Analisis pola keputusan
  9. Studi kasus atau cerita tentang kehidupan
  10. Bagan hubungan antara pihak
  11. Peta Mobilitas masyarakat
  12. Pengurutan kekayaan
  13. Bagan Alur input-Output
  14. Pengorganisasian masalah

Contoh terapan teknik-teknik PRA

Aspek

Teknik PRA

Tujuan/Informasi

Kondisi Awal       Uraian Data Sekunder

 

Pengoranisasian Masalah

 

 

Profil Sejarah

Kondisi Sosio Demografi, Sosio Ekonomi, dan Sosio Budaya.

Konsitiensi Masalah, sebab akibat, prioritas –pengetahuan masyarakat tentang masalah.

Sejarah program & perubahan Potensi

.Masukan Program (Input)       Pemetaan Sosial

 

Pengurutan kekayaan

 

Pola Penggunaan Waktu

Prasarana, gedung, ruangan, sumber daya lokasi pembangunan.

Tingkat relative kekayaan/sumber daya program.

Keserasian penggunaan waktu dengan aktifitas program

Proses Pemberdayaan       Observasi Partisipatif

 

Diskusi Kelompok Terarah

 

 

 

Analisis Pola Keputusan

 

 

Studi Kasus

Hubungan Masyarakat dengan lingkungan.

Proses Dialog (Kerjasama, kemitraan, artikulasi tantangan, kekuatan arah kegiatan)

Proses penemuan (Eksplorasi system sumber, analisis kepastian sumber, frame pemecahan masalah)

Kondisi Spesifik & Unik

Faktor Internal & Eksternal

 

Hasil yang dicapai (Output-out-comes & impact)

      Diagram Venn

 

Peta Mobilitas

 

Bagan alur infut & Output

 

 

 

 

Kalender musim dan profil perubahan

 

 

Mekanisme Vertikal dan Horizontal antar sumber social serta respon pihak luar

Akses masyarakat terhadap sumber social

 

Deskripsi dan penilaian interaksi antar factor dalam proses mobilitas potensi dan hasil program.

-          Perubahan pranata social, perkembangan hasil, perkembengan sumber daya, dan perkembangan organisasi

-          Proses pengembangan (pengaktifan sumber, perluasan kesempatan, pengakuan keberhasilan integrasi kemajuan)

-          Keberdayaan masyarakat (Aktualisasi dan koaktualisasi eksistensi)

 

Daftar Pustaka : Prof. Dr. Kusnaka Adimihardja, M.A & Dr. Ir. Harry Hikmat, M.Si,2003

“Participatory Research Appraisal” dalam pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat.

Bandung : Humaniora

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s